SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Vol. 6 No. 4 (2026)

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJA SAMA SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PRIME + MEDIA KAHOOT DI SDN KELAYAN DALAM 4 BANJARMASIN

Muhammad Naufal (Universitas Lambung Mangkurat)
Ahmad Suriansyah (Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
09 Sep 2026

Abstract

The low level of critical thinking and collaboration skills among elementary students in Science and Social Studies (IPAS) directly leads to unsatisfactory learning mastery, necessitating interactive and digital-based collaborative learning innovations. This study aims to enhance students' critical thinking and collaboration skills in IPAS learning through the implementation of the PRIME model (Problem-Based Learning and Team Games Tournament) combined with Kahoot media in the fifth grade of SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin. This study employed Classroom Action Research (CAR) conducted over four meetings during the second semester of the 2025/2026 academic year, involving 19 fifth-grade students as research subjects. Data were collected through observation of teacher and student activities, cognitive learning tests, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The results indicated that the implementation of the PRIME model and Kahoot media successfully improved both the learning process and student outcomes across all cycles. Teacher activity reached 100% (very good), classical student activity increased to 89% (highly active), critical thinking skills achieved 84% (highly skilled), and collaboration skills reached 90% (highly skilled). These improvements significantly enhanced cognitive learning mastery from 53% in the first meeting to 95% (18 out of 19 students achieving mastery) in the fourth meeting. Thus, the PRIME model combined with Kahoot media is highly effective for improving 21st-century skills and learning outcomes in elementary school IPAS. ABSTRAK Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPAS berdampak langsung terhadap minimnya ketuntasan hasil belajar, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran kolaboratif yang interaktif dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa pada pembelajaran IPAS melalui penerapan model PRIME (Problem-Based Learning dan Team Games Tournament) berbantuan media Kahoot di kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas dan keterampilan siswa, tes evaluasi hasil belajar kognitif, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PRIME berbantuan media Kahoot terbukti efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran secara konsisten. Aktivitas guru meningkat hingga mencapai kriteria sangat baik (100%), keaktifan klasikal siswa melonjak hingga 89% (sangat aktif), keterampilan berpikir kritis mencapai 84% (sangat terampil), dan keterampilan kerja sama mencapai 90% (sangat terampil). Dampak positif tersebut secara nyata meningkatkan ketuntasan hasil belajar kognitif siswa dari 53% pada pertemuan 1 menjadi 95% (18 dari 19 siswa tuntas) pada pertemuan 4. Dengan demikian, model PRIME berbantuan media Kahoot sangat efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 serta hasil belajar IPAS di sekolah dasar.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

science

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ...