Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi AI terhadap kemandirian belajar melalui kemampuan berpikir kritis sebagai variabel mediasi pada siswa madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Lumajang. Pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto dan analisis mediasi digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 72 siswa kelas IV, V, dan VI dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 251 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda dan Sobel Test dengan bantuan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Kemampuan berpikir kritis juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar. Uji mediasi mengonfirmasi bahwa kemampuan berpikir kritis secara signifikan memediasi pengaruh literasi AI terhadap kemandirian belajar dengan jenis mediasi parsial. Temuan ini mengungkap mekanisme kausal yang lebih dalam: literasi AI tidak secara otomatis menghasilkan pembelajar mandiri, melainkan terlebih dahulu memberdayakan kapasitas berpikir kritis yang kemudian menjadi katalis bagi tumbuhnya kemandirian belajar. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa penguatan literasi AI harus dirancang secara terintegrasi dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis agar kemandirian belajar siswa madrasah ibtidaiyah dapat terwujud secara optimal. Rekomendasi diberikan bagi integrasi literasi AI kritis dalam kurikulum madrasah ibtidaiyah sebagai strategi pedagogis untuk membentuk pembelajar mandiri yang mampu bernalar kritis di era kecerdasan buatan.
Copyrights © 2026