Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan aspek penting dalam mendukung pelayanan kesehatan primer yang berkualitas. Pemerintah telah menerapkan akreditasi dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai instrumen utama peningkatan mutu. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan capaian antar wilayah belum merata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor penghambat serta pendorong implementasi akreditasi dan SPM di FKTP, serta menganalisisnya menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan sintesis tematik. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda. dan jurnal nasional terakreditasi SINTA. Artikel yang dipilih merupakan penelitian asli, diterbitkan pada periode 2016-2026, berfokus pada FKTP, dan tersedia dalam bentuk full-text. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran dan sarana prasarana, serta lemahnya komunikasi dan koordinasi. Faktor pendorong yang mendukung keberhasilan implementasi meliputi komitmen pimpinan, dukungan manajemen, pembinaan teknis dari dinas kesehatan, kejelasan regulasi, dan perencanaan anggaran yang baik. Berdasarkan teori Edward III, dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi berperan penting dalam menentukan keberhasilan implementasi. Implementasi akreditasi dan SPM di FKTP belum berjalan optimal dan memerlukan penguatan SDM, perbaikan komunikasi kebijakan, serta monitoring yang terintegrasi untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026