Nazhifa Nurul Azizah
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Penghambat Dan Pendorong Implementasi Akreditasi Serta SPM Di FKTP : Literature Review Berbasis Teori Kebijakan Nasywa Athiyah Zahra; Adzroo Atiiqoh Nur Nabiila; Nazhifa Nurul Azizah; Nadya Nur Syafina Putri; Meutya Zahra Saphira; Cahya Arbitera
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 3 (2026): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/pdt2fs46

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan aspek penting dalam mendukung pelayanan kesehatan primer yang berkualitas. Pemerintah telah menerapkan akreditasi dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai instrumen utama peningkatan mutu. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan capaian antar wilayah belum merata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor penghambat serta pendorong implementasi akreditasi dan SPM di FKTP, serta menganalisisnya menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan sintesis tematik. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda. dan jurnal nasional terakreditasi SINTA. Artikel yang dipilih merupakan penelitian asli, diterbitkan pada periode 2016-2026, berfokus pada FKTP, dan tersedia dalam bentuk full-text. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran dan sarana prasarana, serta lemahnya komunikasi dan koordinasi. Faktor pendorong yang mendukung keberhasilan implementasi meliputi komitmen pimpinan, dukungan manajemen, pembinaan teknis dari dinas kesehatan, kejelasan regulasi, dan perencanaan anggaran yang baik. Berdasarkan teori Edward III, dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi berperan penting dalam menentukan keberhasilan implementasi. Implementasi akreditasi dan SPM di FKTP belum berjalan optimal dan memerlukan penguatan SDM, perbaikan komunikasi kebijakan, serta monitoring yang terintegrasi untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer.
Penerapan Lean Six Sigma Untuk Mengurangi Waste Pada Pelayanan Kesehatan : Tinjauan Literatur Nasywa Athiyah Zahra; Adzroo Atiiqoh Nur Nabiila; Nazhifa Nurul Azizah; Acim Heri Iswanto
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 3 (2026): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/ysvdhx80

Abstract

Transformasi pelayanan kesehatan menuntut fasilitas kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan mutu layanan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas. Namun, berbagai bentuk waste masih ditemukan dan berdampak pada rendahnya efisiensi operasional serta kepuasan pasien. Literature review ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan Lean Six Sigma (LSS) dalam mengurangi waste pada pelayanan kesehatan. Artikel diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect berupa original research berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa waste yang paling dominan meliputi waiting, overprocessing, unnecessary motion, defect, dan transportation. Penerapan Lean Six Sigma terbukti mampu mempercepat alur pelayanan, menurunkan waktu tunggu, mengurangi aktivitas non-value added, meningkatkan efisiensi operasional, serta meningkatkan kepuasan pasien pada unit rawat jalan, rawat inap, farmasi, dan rekam medis. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen manajemen, keterlibatan SDM, serta penggunaan metode DMAIC, Value Stream Mapping, dan 5S. Meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan resistensi perubahan, Lean Six Sigma tetap menjadi strategi efektif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan