Transformasi pelayanan kesehatan menuntut fasilitas kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan mutu layanan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas. Namun, berbagai bentuk waste masih ditemukan dan berdampak pada rendahnya efisiensi operasional serta kepuasan pasien. Literature review ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan Lean Six Sigma (LSS) dalam mengurangi waste pada pelayanan kesehatan. Artikel diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect berupa original research berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa waste yang paling dominan meliputi waiting, overprocessing, unnecessary motion, defect, dan transportation. Penerapan Lean Six Sigma terbukti mampu mempercepat alur pelayanan, menurunkan waktu tunggu, mengurangi aktivitas non-value added, meningkatkan efisiensi operasional, serta meningkatkan kepuasan pasien pada unit rawat jalan, rawat inap, farmasi, dan rekam medis. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen manajemen, keterlibatan SDM, serta penggunaan metode DMAIC, Value Stream Mapping, dan 5S. Meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan resistensi perubahan, Lean Six Sigma tetap menjadi strategi efektif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan
Copyrights © 2026