Konsumsi listrik oleh pusat data global terus meningkat seiring adopsi artificial intelligence (AI) dan komputasi awan secara masif. Penelitian ini membandingkan konsumsi energi tiga mekanisme Inter-Process Communication (IPC), yaitu Go channels, Unix Domain Sockets (UDS), dan gRPC, pada simulasi aplikasi microservices menggunakan bahasa Go. Eksperimen dilakukan pada mesin fisik dengan pengukuran Intel RAPL melalui utilitas perf, dengan variabel independen berupa tipe IPC, ukuran payload (1KB, 10KB, 100KB), load profile (light, medium, heavy), tingkat concurrency (1, 8, 16, 32 goroutines), dan jumlah request (1–10.000). Setiap kombinasi direplikasi 50 kali, menghasilkan 22.800 sampel. Analisis dilakukan menggunakan ANOVA satu arah, uji post-hoc Tukey HSD, Multivariate Analysis of Variance (MANOVA), dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil menunjukkan bahwa Go channels secara konsisten mengonsumsi energi paling rendah (rata-rata 2,98 J), diikuti UDS (4,83 J), dan gRPC (5,91 J), dengan seluruh pasangan berbeda signifikan (p < 0,001) dan selisih mencapai hingga 96% pada skenario request tinggi. MANOVA mengonfirmasi efek multivariat signifikan tipe IPC terhadap profil energi–performa (Wilks' Λ = 0,8073, F = 514,96, p < 0,001), sementara PCA memvalidasi pemisahan klaster tiga tipe IPC (PC1 = 71,0% varians, total dua komponen 95,7%) dengan elips 95% confidence interval yang tidak tumpang tindih.
Copyrights © 2026