Sisa makanan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan gizi rumah sakit yang dapat memengaruhi kecukupan asupan zat gizi dan keberhasilan terapi diet pasien. Diet rendah garam memiliki keterbatasan dalam penggunaan garam sehingga dapat memengaruhi penerimaan pasien terhadap cita rasa makanan dan berpotensi meningkatkan sisa makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cita rasa makanan dengan sisa makanan diet rendah garam pada pasien rawat inap di RSUD Bajawa. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data cita rasa makanan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek rasa, aroma, tekstur, penampilan, dan suhu, sedangkan sisa makanan diukur menggunakan metode food weighing. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa makanan pada pasien yang mendapatkan diet rendah garam masih ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak. Aspek cita rasa makanan yang meliputi rasa, aroma, tekstur, penampilan, dan suhu menjadi faktor yang diamati dalam kaitannya dengan sisa makanan diet rendah garam. Peningkatan kualitas cita rasa makanan perlu diperhatikan untuk meningkatkan penerimaan pasien dan mendukung pengurangan sisa makanan pada pelayanan gizi rumah sakit.
Copyrights © 2026