Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Kejadian Overweight Berdasarkan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Screen Time pada Remaja di SMP Negeri 1 Tabanan Kadek Ayu Reina Sundari Maha Dewi; Ni Nengah Ariati; Ni Made Yuni Gumala
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.947

Abstract

Masalah gizi pada remaja, seperti overweight, sering terjadi akibat perilaku makan yang salah, terutama konsumsi jajanan berlebih dan kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan dan aktivitas screen time pada remaja di SMP Negeri 1 Tabanan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 51 orang dengan kriteria inklusi usia 13 – 15 tahun. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara dengan metode SQ-FFQ untuk menilai pola konsumsi jajanan, serta kuesioner QueST untuk mengukur aktivitas screen time. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 56,9% sampel mengalami overweight dan 43,1% tidak overweight. Sebagian besar sampel memiliki jumlah konsumsi energi jajanan kategori lebih (43,1%), frekuensi konsumsi jajanan kategori sering (62,7%), dan jenis jajanan kategori banyak (60,8%). Aktivitas screen time sebagian besar pada kategori tinggi (90,2%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan (p-value < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian overweight bedasarkan aktivitas screen time (p-value = 0,423). Pola konsumsi jajanan yang tinggi serta aktivitas screen time berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko overweight. Remaja diharapkan dapat mengontrol konsumsi jajanan dan screen time di sekolah ataupun di rumah. Perlunya edukasi gizi di sekolah untuk mendorong pemilihan jajanan yang sehat dan pengendalian durasi screen time sebagai upaya pencegahan overweight pada remaja
Kadar Hemoglobin Siswi SMK Bali Dewata Berdasarkan Tingkat Pengetahuan dan Pola Konsumsi Inhibitor Zat Besi Ni Putu Nindya Aprilia Dewi; Ida Ayu Eka Padmiari; Ni Nengah Ariati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.962

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas. Faktor yang diduga berhubungan dengan kadar hemoglobin antara lain tingkat pengetahuan dan pola konsumsi inhibitor zat besi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar hemoglobin berdasarkan tingkat pengetahuan serta pola konsumsi inhibitor zat besi pada siswi di SMK Bali Dewata Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 65 siswi dipilih menggunakan teknik propotional random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi kadar hemoglobin, tingkat pengetahuan, serta jenis dan frekuensi konsumsi inhibitor zat besi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 90,8% siswi tidak mengalami anemia dan 9,2% mengalami anemia. Sebanyak 67,7% siswi memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan 32,3% kategori kurang. Berdasarkan jenis konsumsi inhibitor zat besi, 76,9% siswi termasuk kategori banyak dan 23,1% kategori sedikit. Berdasarkan frekuensi konsumsi inhibitor zat besi, sebagian besar siswi termasuk kategori sering mengonsumsi inhibitor zat besi ≥4 kali/minggu. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin berdasarkan tingkat pengetahuan, jenis konsumsi inhibitor zat besi, maupun frekuensi konsumsi inhibitor zat besi (p>0,05).
Efektivitas Edukasi Gizi Melalui Media Buku Saku Digital terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Tentang Gizi Seimbang di Desa Tunjuk Tabanan Ni Luh Putu Setia Ananda Putri; Ni Nengah Ariati; Hertog Nursanyoto
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i3.988

Abstract

Edukasi gizi menjadi upaya guna menambah wawasan dan membentuk sikap ibu balita mengenai gizi seimbang. Pemanfaatan media digital, seperti buku saku digital, mampu menjadi pilihan penyampaian informasi yang menarik, praktis, dan mudah dijangkau masyarakat. Riset ini bertujuan guna menyelidiki efektivitas edukasi gizi melalui buku saku digital terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita mengenai gizi seimbang di Desa Tunjuk, Tabanan. Riset memakai desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel sejumlah 21 ibu balita dengan kriteria inklusi sebagai penduduk Desa Tunjuk, hadir saat pengumpulan data, dan bersedia mengikuti edukasi. Analisis data memakai analisis deskriptif, tes normalitas, serta tes Wilcoxon. Ibu balita disarankan terus menambah pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan Tekanan Darah Berdasarkan Pola Konsumsi Lemak dan Aktivitas Fisik pada Lansia di Kelurahan Liligundi Kabupaten Buleleng Made Dian Putriyani; Hertog Nursanyoto; Ni Nengah Ariati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i3.1009

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh perubahan fisiologis akibat penuaan serta berbagai faktor gaya hidup, termasuk pola konsumsi lemak dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik berdasarkan pola konsumsi lemak dan aktivitas fisik pada lansia di Kelurahan Liligundi, Kabupaten Buleleng. Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional dilakukan pada 56 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data konsumsi lemak dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), dan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan α=0,05. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perbedaan tekanan darah berdasarkan pola konsumsi lemak dan aktivitas fisik pada lansia sebagai bahan pertimbangan dalam upaya pengendalian hipertensi.
Hubungan Cita Rasa dengan Sisa Makanan Diet Rendah Garam di Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa Victoria Karolina Noas; Ni Nengah Ariati; G A Dewi Kusumayanti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 4 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i4.1044

Abstract

Sisa makanan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan gizi rumah sakit yang dapat memengaruhi kecukupan asupan zat gizi dan keberhasilan terapi diet pasien. Diet rendah garam memiliki keterbatasan dalam penggunaan garam sehingga dapat memengaruhi penerimaan pasien terhadap cita rasa makanan dan berpotensi meningkatkan sisa makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cita rasa makanan dengan sisa makanan diet rendah garam pada pasien rawat inap di RSUD Bajawa. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data cita rasa makanan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek rasa, aroma, tekstur, penampilan, dan suhu, sedangkan sisa makanan diukur menggunakan metode food weighing. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa makanan pada pasien yang mendapatkan diet rendah garam masih ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak. Aspek cita rasa makanan yang meliputi rasa, aroma, tekstur, penampilan, dan suhu menjadi faktor yang diamati dalam kaitannya dengan sisa makanan diet rendah garam. Peningkatan kualitas cita rasa makanan perlu diperhatikan untuk meningkatkan penerimaan pasien dan mendukung pengurangan sisa makanan pada pelayanan gizi rumah sakit.