Fasilitas kampus yang mengalami kerusakan perlu segera ditangani, sehingga dibutuhkan mekanisme pelaporan yang cepat, tertata, dan terekam dengan baik. Pada kenyataannya, pelaporan kerusakan di banyak kampus masih bertumpu pada cara informal, seperti penyampaian lisan, pesan pribadi, maupun saluran yang tidak terpusat. Akibatnya, laporan sulit ditelusuri, perkembangan penanganannya tidak jelas, dan koordinasi antarpihak (Pelapor, pengelola gedung, teknisi, hingga universitas) berjalan kurang efektif. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini membangun CampusCare Platform, sebuah sistem berbasis web untuk pelaporan layanan fasilitas kampus yang dipadukan dengan Telegram Bot. Bot tersebut berperan tidak sekadar mengirim notifikasi, tetapi juga membantu Admin Teknisi menindaklanjuti laporan secara teknis. Pengembangan sistem mengikuti model Waterfall dan dibatasi pada empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Empat peran terlibat di dalamnya: Pelapor, Admin Gedung, Admin Teknisi, dan Admin Universitas. Fungsi yang dibangun antara lain pelaporan dengan pemilihan lokasi bertingkat, verifikasi dan tindak lanjut laporan, pengelolaan beserta riwayat status, pelacakan laporan, dashboard pemantauan, serta dukungan Telegram Bot untuk penanganan teknis. Kelayakan fungsi sistem diuji melalui Black Box Testing. Seluruh skenario pengujian memberikan keluaran yang sesuai harapan, sehingga CampusCare Platform dinilai mampu menjadikan proses pelaporan, verifikasi, penanganan, pelacakan, dan pemantauan kerusakan fasilitas berlangsung lebih tertata, transparan, dan terdokumentasi.
Copyrights © 2026