Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap komunikasi dan dakwah Islam. Media sosial dan berbagai platform digital lainnya telah menjadi ruang penting untuk menyebarluaskan pesan-pesan keagamaan, khususnya di kalangan generasi muda yang sangat aktif dalam komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi retorika dakwah di era digital serta menganalisis strategi komunikasi Islam yang dapat diterapkan untuk memperkuat kesadaran keagamaan di kalangan anak muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan literatur akademis lainnya yang relevan dengan topik retorika dakwah, komunikasi Islam, media digital, kesadaran keagamaan pemuda, dan budaya digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital yang efektif memerlukan transformasi dari komunikasi konvensional yang bersifat satu arah menuju komunikasi yang interaktif, persuasif, kontekstual, kreatif, dan responsif terhadap karakteristik audiens muda. Penggunaan bahasa yang sederhana dan menarik, konten visual, teknik bercerita (*storytelling*), media audiovisual, serta komunikasi interaktif dapat meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik pesan-pesan Islam. Selain itu, prinsip-prinsip *hikmah*, *mau'izhah hasanah*, dan *mujadalah billati hiya ahsan* menjadi landasan penting dalam mengembangkan dakwah digital yang persuasif, moderat, humanis, dan dialogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa retorika dakwah digital dapat berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat kesadaran keagamaan generasi muda apabila mampu memadukan nilai-nilai Islam yang kokoh dengan strategi komunikasi kontemporer. Oleh karena itu, para pendakwah perlu mengembangkan kompetensi komunikasi digital, memahami karakteristik audiens muda, serta mengedepankan pesan-pesan keagamaan yang moderat, inklusif, relevan, dan berlandaskan etika komunikasi.
Copyrights © 2024