Pertumbuhan gereja tidak seharusnya dipahami hanya sebagai pertambahan jumlah anggota, tetapi juga sebagai perkembangan iman, kedewasaan rohani, persekutuan, pelayanan, dan karakter Kristiani. Artikel ini bertujuan menganalisis peran pendeta terhadap pertumbuhan kerohanian anggota jemaat berdasarkan Kisah Para Rasul 11:26. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis teks biblika. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kisah Para Rasul 11:26 tidak secara eksplisit menggunakan istilah "pendeta" untuk Barnabas dan Saulus, tetapi pelayanan mereka di Antiokhia memperlihatkan prinsip yang relevan bagi pelayanan pastoral, khususnya kehadiran yang berkelanjutan bersama jemaat, pengajaran yang sistematis, pembentukan komunitas, dan pemuridan. Pertumbuhan kerohanian karena itu tidak cukup dibangun melalui khotbah dan program gereja, melainkan membutuhkan integrasi pengajaran Firman, pendampingan pastoral, keteladanan hidup, doa, persekutuan, pemuridan, dan pemberdayaan anggota dalam pelayanan dan misi. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelayanan pendeta perlu diarahkan pada pembentukan murid Kristus yang dewasa, bukan sekadar peningkatan kehadiran atau aktivitas gerejawi. Kerangka konseptual yang dihasilkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lapangan selanjutnya.
Copyrights © 2026