Krisis epistemologi merupakan salah satu tema penting dalam pemikiran al-Ghazālī yang mendorong transformasi intelektual dan spiritualnya sebagaimana tertuang dalam al-Munqiḏ min al-Ḍalāl. Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis epistemologi yang dialami al-Ghazālī serta menjelaskan tasawuf sebagai solusi epistemologis yang ditawarkannya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan epistemologis-filosofis. Data primer berasal dari kitab al-Munqiḏ min al-Ḍalāl karya al-Ghazālī, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi filosofis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazālī mengalami krisis epistemologi setelah meragukan validitas pengetahuan yang bersumber dari indera, akal, ilmu kalam, dan filsafat. Keraguan tersebut membawanya pada pencarian sumber pengetahuan yang mampu menghasilkan keyakinan yang bersifat pasti (yaqīn). Al-Ghazālī kemudian menempatkan tasawuf sebagai jalan epistemologis yang memungkinkan tercapainya pengetahuan melalui pengalaman spiritual, kashf, dan żauq. Temuan ini menunjukkan bahwa tasawuf dalam pemikiran al-Ghazālī tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai sistem pengetahuan yang memberikan fondasi bagi pencapaian kebenaran yang meyakinkan.
Copyrights © 2026