Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biomatriconditioning benih dengan bakteri indigenous dan aplikasi bionanofertilizer terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu biomatriconditioning (S1: Basillus sp., S2: Pseudomonas sp., S3: Azotobacter sp.) dan bionanofertilizer (B1: 0 ml/L, B2: 6 ml/L, B3: 12 ml/L, B4: 18 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan S2B2 (Pseudomonas sp. + bionanofertilizer 6 ml/L) memberikan hasil terbaik pada parameter pertumbuhan vegetatif dengan tinggi tanaman 62,61 cm, jumlah daun 30,67 helai, dan diameter batang 71,67 mm pada 5 MST. Selain itu, perlakuan tersebut juga berpengaruh nyata terhadap hasil, yaitu peningkatan jumlah polong, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasil ini menunjukkan adanya efek sinergis antara bakteri Pseudomonas sp. yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan bionanofertilizer yang meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi. Dengan demikian, kombinasi biomatriconditioning dan bionanofertilizer berpotensi digunakan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan produktivitas kedelai secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025