Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi isu penting di masyarakat, khususnya terkait rendahnya pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap risiko kehamilan tidak diinginkan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, sosial, dan pendidikan yang serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah kehamilan tidak diinginkan di Desa Ngombakan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, diskusi kelompok, pelatihan edukator sebaya, serta pendampingan dan konseling kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan 40 remaja usia 13–19 tahun yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna, Posyandu Remaja, serta siswa sekolah menengah. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi partisipasi dan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan tidak diinginkan, ditandai dengan meningkatnya skor post-test pada sebagian besar peserta. Selain itu, remaja menunjukkan sikap yang lebih terbuka dan aktif dalam diskusi serta terbentuknya kelompok remaja peduli kesehatan reproduksi sebagai wadah edukasi sebaya. Manfaat kegiatan dirasakan oleh remaja melalui peningkatan pemahaman, kepercayaan diri dalam mengambil keputusan sehat, serta tersedianya media dan layanan konseling kesehatan reproduksi di tingkat desa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif remaja dan kolaborasi dengan masyarakat desa merupakan pendekatan penting dan efektif dalam penguatan edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis komunitas.
Copyrights © 2026