Nyeri akut pascaoperasi hernia merupakan masalah krusial yang sering dialami pasien dan berdampak pada penurunan kenyamanan, gangguan mobilitas, serta keterlambatan proses pemulihan. Mitra dalam kegiatan ini adalah pasien pascaoperasi yang masih mengalami nyeri dan belum memiliki keterampilan dalam mengelola nyeri secara mandiri (Tn. Y). Solusi yang ditawarkan berupa pendampingan terapi nonfarmakologis melalui dzikir dan teknik napas dalam sebagai metode sederhana, aman, dan mudah diterapkan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung di ruang perawatan selama tiga hari. Intervensi meliputi terapi dzikir selama 10–15 menit sebanyak 2–3 kali per hari dan latihan napas dalam selama 5–10 menit sebanyak 3–5 kali per hari. Evaluasi dilakukan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) serta observasi kemampuan pasien dalam mempraktikkan teknik secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi 2 (ringan). Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam melakukan teknik relaksasi secara mandiri dari tidak mampu menjadi mampu mempraktikkan dengan benar. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kenyamanan, kemandirian pasien dalam mengelola nyeri, serta mendukung proses pemulihan secara holistik. Intervensi ini direkomendasikan sebagai solusi praktis dalam manajemen nyeri pascaoperasi.
Copyrights © 2026