Stroke merupakan salah satu determinan utama disabilitas jangka panjang di Indonesia, dengan manifestasi klinis yang berdampak pada lebih dari dua juta penyintas pada kategori usia 15 tahun keatas. Akselerasi pemulihan pasca stroke kerap kali terkendala oleh beberapa faktor krusial, meliputi keterbatasan aksesibilitas terhadap pelayanan rehabilitasi profesional, beban finansial terapi yang tinggi, serta rendahnya penetrasi literasi teknologi kesehatan di lingkungan komunal.Sebagai bentuk intervensi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) ini diinisiasi dengan tujuan mengeskalasi literasi teknologi kesehatan sekaligus kualitas hidup para penyintas melalui program pelatihan Picobot (Physiotherapy Collaborative Robot), sebuah inovasi teknologi robotik yang dikembangkan oleh Universitas Telkom (Kampus Surabaya). Bekerja sama dengan Yayasan Kawan Stroke Indonesia (KASI), kegiatan ini diselenggarakan pada 12 April 2026 di Sarinah kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta. Pendekatan metodologis yang diterapkan mencakup edukasi kesehatan, demonstrasi teknis serta pengukuran kepuasan melalui instrumen kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh partisipan, termasuk penyintas dengan hambatan mobilitas akut, menunjukkan tingkat pemahaman dan keterampilan operasional yang baik terhadap Picobot dimana ditunjukkan dengan 81,18% responden menyatakan Sangat Setuju (SS) bahwa kegiatan pengmas ini mudah dipahami dan relevan antara kebutuhan peserta dan materi yang disampaikan. Secara konklusif, program ini berpotensi menjadi acuan baku bagi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi robotik yang dapat diimplementasikan secara masif di wilayah lain.
Copyrights © 2026