Pencemaran Sungai Citarum akibat limbah domestik dan industri menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran lingkungan sejak dini. Berdasarkan hasil observasi awal di SDN Babakancianjur, sebagian siswa masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pelestarian sungai dan pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian lingkungan siswa melalui program edukasi pelestarian sungai di SDN Babakancianjur. Program dilaksanakan pada 47 siswa kelas IV SDN Babakancianjur melalui pendekatan storytelling, permainan edukatif memilah sampah, serta aktivitas partisipatif berupa melukis pot dan menanam bibit tanaman, yang dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pelestarian sungai dan pengelolaan sampah setelah mengikuti program edukasi. Siswa menjadi lebih mampu membedakan sampah organik dan anorganik, memahami dampak pencemaran sungai, serta menunjukkan kepedulian yang lebih baik terhadap lingkungan. Pendekatan pembelajaran interaktif juga meningkatkan partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Persentase siswa yang memperoleh nilai 100 meningkat dari 42% pada pre-test menjadi 68% pada post-test, sedangkan hasil uji paired t-test menghasilkan p-value sebesar 0,001 yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan. Program edukasi pelestarian sungai dinilai efektif dalam mendukung penguatan kepedulian lingkungan pada siswa sekolah dasar serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Copyrights © 2026