Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafora konseptual dalam lirik lagu “Pijaraya” dan “Asmalibrasi” karya Soegi Bornean dengan menggunakan kerangka teori semantik kognitif Lakoff Johnson. Metafora konseptual dipahami bukan sekadar sebagai ornamen estetis, melainkan sebagai mekanisme kognitif yang memungkinkan manusia memahami konsep abstrak melalui pengalaman konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik “Pijaraya” mengandung metafora perjalanan, cahaya, alam, dan emosi sebagai objek konkret yang merepresentasikan pencarian makna hidup, harapan, serta ketenangan batin. Sementara itu, lirik “Asmalibrasi” menampilkan metafora teknologi, ruang, bahtera, relasi sosial, dan energi emosional yang menggambarkan cinta sebagai energi harmonis, komitmen sosial, dan ikatan budaya. Interpretasi makna budaya dari kedua lagu memperlihatkan adanya sintesis antara nilai tradisional dan modernitas, di mana simbol-simbol lokal seperti biduk dan bahtera berpadu dengan istilah modern seperti kalibrasi dan frekuensi. Hal ini menegaskan bahwa musik populer Indonesia dapat menjadi medium refleksi sosial dan budaya, sekaligus memperkaya kajian semantik kognitif dengan perspektif baru tentang identitas generasi muda.
Copyrights © 2026