Budaya merupakan identitas suatu masyarakat yang tercemin oleh norma adat, sosial, dan agama. Hal tersebut terkikis oleh pengaruh budaya asing yang menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan unsur budaya dalam cerita rakyat Dedap Durhaka dari Indonesia dan Si Tanggang dari Malaysia melalui kajian sastra bandingan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat yang bermakna unsur budaya ditemukan dalam cerita rakyat Dedap Durhaka dan Si Tanggang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh pedoman analisis unsur-unsur budaya merujuk pada teori Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat tersebut memiliki persamaan pada unsur budaya, yang meliputi dari bahasa, sistem pengetahuan, sistem sosial, sistem religi, kesenian. Adapun perbedaannya terletak pada latar geografis, mata pencaharian, teknologi, dan bentuk penyajian cerita. Si Tanggang lebih merepresentasikan budaya maritim, sedangkan Dedap Durhaka lebih mencerminkan kehidupan masyarakat agraris. Penelitian ini menegaskan bahwa cerita rakyat tersebut, berfungsi juga sebagai media pewarisan nilai budaya dan identitas masyarakat. Kajian sastra bandingan dapat memperlihatkan hubungan kultural antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.
Copyrights © 2026