Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, metode penelitian, dan efektivitas e-modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan PRISMA. Sebanyak 13 artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2026 dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul didominasi oleh model Problem Based Learning (PBL) dengan berbagai inovasi, seperti STEM, etnokimia, guided inquiry, dan eksperimen virtual. Metode penelitian yang paling banyak digunakan adalah Research and Development (R&D). Seluruh penelitian menunjukkan bahwa e-modul efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada kategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, e-modul berpotensi menjadi bahan ajar digital yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran kimia.
Copyrights © 2026