Abstract Adolescence is characterized by physical and social changes that impact self-confidence, influenced by body image and the imaginary audience. This study aims to determine the relationship between these two variables and the self-confidence of adolescents attending Telkom Vocational High School in Lampung. Using a quantitative method with a correlational design, this study involved 223 students (57.8% female, mostly aged 16) selected through accidental sampling. Data were collected using a valid and reliable Likert scale (self-confidence, body image, imaginary audience) and analyzed using multiple linear regression using SPSS 26. The results showed an R² of 0.796, meaning that body image (32.83%) and the imaginary audience (46.68%) explained 79.6% of the variation in self-confidence. The majority of respondents had low self-confidence (65%), moderate-high body image (93.3%), and low imaginary audience (70.9%). The imaginary audience had a dominant influence. In conclusion, body image and the imaginary audience were significantly related to self-confidence, highlighting the need for interventions such as counseling to increase self-acceptance and social awareness to support the development of self-confidence in vocational high school adolescents. Keywords: Body image, Imaginary Audience, Self-Confidence, Teenagers Abstrak Masa remaja ditandai perubahan fisik dan sosial yang memengaruhi kepercayaan diri, dipengaruhi oleh body image dan imaginary audience. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kedua variabel tersebut terhadap kepercayaan diri remaja SMK Telkom Lampung. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian ini melibatkan 223 siswa (57,8% perempuan, mayoritas usia 16 tahun) yang dipilih melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert (kepercayaan diri, body image, imaginary audience) yang valid dan reliabel, dianalisis dengan regresi linear berganda via SPSS 26. Hasil menunjukkan R² = 0,796, artinya body image (32,83%) dan imaginary audience (46,68%) menjelaskan 79,6% variasi kepercayaan diri. Mayoritas responden memiliki kepercayaan diri rendah (65%), body image sedang-tinggi (93,3%), dan imaginary audience rendah (70,9%). Imaginary audience berpengaruh dominan. Simpulan, body image dan imaginary audience berhubungan signifikan dengan kepercayaan diri, menegaskan perlunya intervensi seperti konseling untuk meningkatkan penerimaan diri dan kesadaran sosial guna mendukung perkembangan kepercayaan diri remaja SMK. Kata kunci: Body image, Imaginary Audience, Kepercayaan Diri, Remaja
Copyrights © 2026