Gangguan siklus menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi yang marak dialami oleh remaja putri dan berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan asupan zat gizi mikro (magnesium dan zinc) dan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 187 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data asupan magnesium dan zinc dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan gangguan siklus menstruasi diukur menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 70,6% responden mengalami gangguan siklus menstruasi, 58,3% memiliki asupan magnesium cukup, 88,8% memiliki asupan zinc kurang, dan 68,4% mengalami stres sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium (p=0,639), asupan zinc (p=0,501), maupun tingkat stres (p=0,383) dengan gangguan siklus menstruasi. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium, asupan zinc, dan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas X SMK Negeri 1 Kota Palu.
Copyrights © 2026