Sektor pertanian di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan, salah satunya keterbatasan dan efisiensi penggunaan air dalam proses penyiraman tanaman. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan teknologi tepat guna yang sederhana, ekonomis, dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan inovasi sistem irigasi tetes mandiri berbahan sederhana sebagai alternatif pengelolaan air pada kegiatan pertanian di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Metode pelaksanaan dilakukan melalui koordinasi, observasi lapangan, diskusi bersama masyarakat dan kelompok tani, sosialisasi, demonstrasi, praktik pembuatan, serta simulasi penggunaan alat secara langsung. Sistem irigasi dirancang dengan memanfaatkan bahan sederhana, di antaranya botol plastik bekas, selang, paralon, kawat, dan komponen pendukung lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes sederhana dapat dirakit dan diimplementasikan pada lahan pertanian serta mampu mengalirkan air secara perlahan dan terarah menuju zona perakaran tanaman. Keterlibatan masyarakat dan kelompok tani dalam proses pembuatan dan simulasi juga memberikan pengalaman praktis mengenai pengoperasian serta pemanfaatan teknologi tepat guna. Selain menjadi alternatif dalam pengelolaan air, pemanfaatan botol plastik bekas turut memberikan nilai lingkungan melalui penggunaan kembali limbah anorganik. Meskipun kegiatan belum disertai pengukuran kuantitatif terhadap efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman, implementasi program memberikan dasar awal bagi pengembangan sistem irigasi sederhana yang adaptif, ekonomis, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Copyrights © 2026