Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BEBAN KERJA FISIK TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL PEKERJA DI CV. ZAHRA MENGGUNAKAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DAN NORDIC BODY MAP (NBM) Dedy Chandra Haludin
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi (JMBO)
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64626/jmbo.v5i1.733

Abstract

CV. Zahra adalah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis dodol, dengan aktivitas di bagian produksi dan pengepakan. Perusahaan ini sebagian masih menggunakan alat manual, sehingga pekerja harus melakukan tugas fisik secara langsung. Akibatnya, pekerja terutama yang lanjut usia, mengalami keluhan nyeri/sakit pada tubuh atau gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat beban kerja fisik dengan metode Cardiovascular Load (CVL), mengidentifikasi gangguan musculoskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan mengevaluasi hubungan antara keduanya. Hasil beban kerja fisik menunjukkan bahwa 10 pekerja memiliki tingkat beban kerja rendah, 15 pekerja sedang, dan 5 pekerja tinggi. Sedangkan, untuk keluhan musculoskeletal, 10 pekerja memiliki keluhan rendah, 14 pekerja sedang, dan 6 pekerja tinggi. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara beban kerja fisik dan keluhan musculoskeletal dengan nilai p sebesar 0,000 dan koefisien korelasi r sebesar 0,828, yang menunjukkan korelasi positif sangat kuat.
Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam Meningkatkan Inovasi Sistem Irigasi Tetes Mandiri dari Bahan Sederhana untuk Pertanian di Era Modern Sebagai Wujud Pengabdian di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung: Pengabdian Salamandara Prila Aulin; Albar Yuwar Dhanuwinata; Rizky Muhammad Rizal Assyidiq; Nisrina Nasywa Putri; Muthia Muthmainah; Muhammad Rifa Dzulfiqar; Riga Rizwar Suganda; Wafiyati Nur Amrina; Ai Dilvi Amelia; Fitri Nurul Aini; Husna Aulia Rahma; Dedy Chandra Haludin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7923

Abstract

Sektor pertanian di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan, salah satunya keterbatasan dan efisiensi penggunaan air dalam proses penyiraman tanaman. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan teknologi tepat guna yang sederhana, ekonomis, dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan inovasi sistem irigasi tetes mandiri berbahan sederhana sebagai alternatif pengelolaan air pada kegiatan pertanian di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Metode pelaksanaan dilakukan melalui koordinasi, observasi lapangan, diskusi bersama masyarakat dan kelompok tani, sosialisasi, demonstrasi, praktik pembuatan, serta simulasi penggunaan alat secara langsung. Sistem irigasi dirancang dengan memanfaatkan bahan sederhana, di antaranya botol plastik bekas, selang, paralon, kawat, dan komponen pendukung lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes sederhana dapat dirakit dan diimplementasikan pada lahan pertanian serta mampu mengalirkan air secara perlahan dan terarah menuju zona perakaran tanaman. Keterlibatan masyarakat dan kelompok tani dalam proses pembuatan dan simulasi juga memberikan pengalaman praktis mengenai pengoperasian serta pemanfaatan teknologi tepat guna. Selain menjadi alternatif dalam pengelolaan air, pemanfaatan botol plastik bekas turut memberikan nilai lingkungan melalui penggunaan kembali limbah anorganik. Meskipun kegiatan belum disertai pengukuran kuantitatif terhadap efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman, implementasi program memberikan dasar awal bagi pengembangan sistem irigasi sederhana yang adaptif, ekonomis, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Membangun Kesadaran Lingkungan Sejak Dini Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah: Studi Kasus SDN 02 Dukuh Sarah Muwahhidah; Putri Diana; Dedy Chandra Haludin; Dea Wisnu Ramdani; Sopi Amelia Salsabila; Haura Fitri Islami; Muhammad Diftah; Muhammad Rivaldi Ramdhani; Rifa Nurhamida Fajri; Rendi Setiawan; Shelina Bensanova; Siti Maria Ulfah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/477bcp90

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu isu lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian sejak jenjang pendidikan dasar. Rendahnya pemahaman siswa mengenai jenis sampah dan cara pengelolaannya dapat memengaruhi perilaku menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui edukasi pengelolaan sampah pada siswa sekolah dasar di SDN 02 Dukuh. Kegiatan dilaksanakan dengan rancangan studi kasus melalui beberapa tahapan, yaitu survei awal lokasi, identifikasi kebutuhan sekolah, pelaksanaan edukasi pengelolaan sampah, serta evaluasi kegiatan. Survei awal dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah, kebutuhan program, dan kesiapan sekolah dalam mendukung kegiatan pengelolaan sampah. Kegiatan edukasi melibatkan sekitar 45–55 siswa dari tiga kelas, yaitu kelas IV, V, dan VI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan edukasi, sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan jenis sampah dan menentukan tempat pembuangan yang sesuai. Setelah diberikan edukasi dan praktik pemilahan sampah, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan kegiatan. Siswa mulai mampu mengenali jenis sampah, memahami pentingnya pemilahan sampah, serta menentukan tempat pembuangan sesuai kategorinya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan sampah berbasis kebutuhan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar sejak dini.