Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi diferensiasi sistem komunikasi dalam merespons digitalisasi UMKM. Penelitian ini menggunakan studi kasus di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, sebagai salah satu wilayah yang memiliki kekhasan dalam beradaptasi terhadap perubahan, berdasarkan perspektif komunikasi autopoiesis Niklas Luhmann. Pendekatan konstruktivis digunakan sebagai dasar kajian dengan menempatkan subjek penelitian sebagai hal utama dalam membangun pengetahuan dan pemahaman terhadap objek kajian. Hasil menunjukkan bahwa adaptasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap transformasi digital terus dilakukan, mengingat sektor ini menjadi sumber perekonomian utama bagi masyarakat Bantul, serta memberikan manfaat bagi pemasukan pemerintah daerah. Pemerintah terus mendorong pengembangan UMKM agar mampu bersaing dan beradaptasi terhadap perubahan. Hal ini ditunjukkan melalui ragam narasi sebagai bentuk respons terhadap stimulus digitalisasi yang terus berkembang. Respons atas stimulus yang ada sebagai bentuk diferensiasi sistem, dan hal ini ditunjukkan oleh evolusi dari pra-pandemi hingga pandemi Covid-19. Respons terhadap digitalisasi ditentukan oleh karakter wilayah, sosio-kultural masyarakat, serta tata kelola kelembagaan. Selain itu pemahaman terhadap informasi menjadi dasar bagi sistem dalam merespons perubahan.
Copyrights © 2026