Pendahuluan: Dampak psikologis akibat vonis kanker sering kali mengganggu kestabilan konsep diri penderita. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut, dukungan sosial yang bersumber dari keluarga, rekan, maupun praktisi kesehatan menjadi instrumen esensial dalam menjaga persepsi diri yang konstruktif selama fase pengobatan. Penelitian ini dirancang untuk menguji korelasi antara dukungan sosial dengan konsep diri pada individu dengan kanker. Metode: Desain korelasional bermodel cross-sectional diterapkan dalam penelitian ini. Kelompok populasi mencakup pasien kanker di sejumlah Puskesmas di Surabaya serta Rumah Singgah Bisa Sembuh. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 39 subjek. Pengumpulan data mengandalkan Social Support Rating Scale (SSRS) serta Self Concept Questionnaire (SCQ). Evaluasi data memanfaatkan uji korelasi Spearman Rank dengan batas signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memperoleh dukungan sosial kategori sedang sebanyak 29 responden (74%) dan sebagian besar memiliki konsep diri positif sebanyak 35 responden (90%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,090 (>0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,275, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan konsep diri pada pasien kanker. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa determinan konsep diri pada pasien kanker bersifat multifaktorial, tidak hanya bertumpu pada dukungan sosial melainkan turut dipengaruhi oleh variabel lain seperti durasi sakit, faktor usia, serta metode pengobatan yang ditempuh.
Copyrights © 2026