Tanaman sawi merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Namun, produktivitas tanaman sawi mengalami penurunan dari tahun 2022 hingga 2023 sebesar 6,07%. Salah satu media usaha meningkatkan produksi tanaman sawi adalah dengan memanfaatkan tanah aluvial sebagai media tumbuh. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman sawi dihadapkan kendala pada tingkat kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan kebutuhan unsur hara yang rendah pada tanah aluvial perlu dilakukan pemberian POC pupuk kandang sapi dan pupuk urea. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi POC pupuk kandang sapi dan dosis pupuk urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Penelitian ini telah dilakukan di Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yaitu kombinasi dosis POC pupuk kandang sapi (k) dan pupuk urea (p) dengan masing-masing 3 taraf yaitu k1= 100 ml/liter air, k2= 150 ml/liter air dan k3= 200 ml/liter air dan faktor kedua pupuk urea (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu p1= 100 kg/ha, p2= 200 kg/ha, dan p3= 300 kg/ha, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi terdiri dari 3 ulangan sehingga terdapat 27 kombinasi perlakuan. Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sehingga jumlah tanaman keseluruhan menjadi 108 tanaman. Variabel yang diamati pada penelitian yaitu jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi POC pupuk kandang sapi dosis 150 ml/L air dan pupuk urea dosis 200 kg/ha merupakan perlakuan terbaik untuk hasil sawi pada tanah aluvial.
Copyrights © 2026