Perkuliahan tenis tidak hanya bertujuan mengembangkan keterampilan teknik, tetapi juga berpotensi meningkatkan kebugaran jasmani mahasiswa sebagai calon guru pendidikan jasmani. Namun, perubahan tingkat kebugaran mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan tenis selama satu semester masih terbatas dievaluasi secara empiris, khususnya pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan tenis selama satu semester. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 76 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) sebelum dan sesudah mengikuti perkuliahan tenis lapangan selama satu semester. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Wilcoxon Signed-Rank Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat kebugaran jasmani mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan tenis lapangan selama satu semester, dengan skor rata-rata meningkat dari 16,63 pada pretest menjadi 19,80 pada posttest dan nilai Wilcoxon Z = -7,614; p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa perkuliahan tenis lapangan berpotensi mendukung peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa melalui aktivitas pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026