The challenge of integrating spiritual values and digitalization demands in Islamic Religious Education (PAI) requires an adaptive systemic learning model. This study aims to analyze the implementation of cybernetic principles in PAI learning and its implications for learning effectiveness and student spiritual enhancement. This descriptive qualitative study was conducted at Al-Amin Islamic Boarding School involving three PAI teachers and 12 students through observation, in-depth interviews, and validated documentation. The findings indicate that cybernetic implementation is realized through digital feedback loops based on daily reflection aligned with muhasabah, the use of instant formative assessment platforms, and the enhancement of students' self-regulation in worship practices. However, information system integration must prioritize the qalb aspect to prevent the educational process from being reduced to a mere mechanistic-administrative routine. In conclusion, cybernetic theory effectively reinforces reflective processes and self-regulated learning in PAI when integrated proportionally within the framework of tarbiyah and tazkiyatun nafs. ABSTRAK Tantangan integrasi nilai spiritual dan tuntutan digitalisasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) membutuhkan model pembelajaran sistemik yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip sibernetik dalam pembelajaran PAI serta implikasinya terhadap efektivitas belajar dan penguatan spiritualitas peserta didik. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan di Al-Amin Islamic Boarding School dengan subjek tiga guru PAI dan 12 peserta didik melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sibernetik terlaksana melalui mekanisme feedback loop digital berbasis refleksi harian yang selaras dengan nilai muhasabah, pemanfaatan platform asesmen formatif instan, dan peningkatan regulasi diri (self-regulation) peserta didik dalam ibadah. Kendati demikian, integrasi sistem informasi harus tetap mengedepankan aspek qalb agar proses pendidikan tidak tereduksi menjadi mekanistik-administratif semata. Kesimpulannya, teori sibernetik terbukti efektif memperkuat proses reflektif dan kemandirian belajar PAI apabila diintegrasikan secara proporsional dalam kerangka tarbiyah dan tazkiyatun nafs.
Copyrights © 2026