Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram
Vol. 18 No. 3 (2026): September (Special Issue)

PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENETAPAN TALAK BAIN SUGHRA AKIBAT KEKERASAN RUMAH TANGGA: (BĀ’IN ṢUGHRĀ DALAM PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PEKALONGAN NOMOR 0035/PDT.G/2014/PA PKL)

Ahmad Nur Rahman (STDI Imam Syafi'
i Jember)

Anas Burhanuddin (STDI Imam Syafi'
i Jember)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2026

Abstract

Maraknya gugatan perceraian berlatar belakang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap dipandang sekadar konflik domestik biasa oleh instrumen peradilan menjadi pendorong utama studi ini. Kecenderungan formalisme yudisial tersebut berisiko mengesampingkan pemenuhan hak serta jaminan perlindungan hukum yang berkeadilan bagi korban. Studi ini berupaya menguraikan ratio decidendi majelis hakim terkait penjatuhan talak bā’in ṣughrā dalam Putusan Pengadilan Agama Pekalongan Nomor 0035/Pdt.G/2014/PA Pkl, yang kemudian dievaluasi melalui doktrin maqāṣid al-syarī‘ah berbasis ḥifẓ al-nafs. Kajian ini mengaplikasikan metode penelitian hukum normatif dengan mengombinasikan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui penelusuran dokumen atas putusan perkara, regulasi positif, literatur hukum, serta referensi fikih. Bahan hukum tersebut selanjutnya dibedah secara kualitatif memanfaatkan teknik content analysis dan penalaran deduktif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa amar putusan hakim didasarkan pada terbuktinya kekerasan fisik secara konsisten, kebuntuan mediasi, serta hilangnya prospek mewujudkan rumah tangga yang sakinah. Meski amar tersebut berhasil menghentikan ancaman kekerasan fisik dan memenuhi aspek perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), pertimbangan hakim dinilai masih reduktif-formalistik. Meskipun hakim secara eksplisit telah mengidentifikasi KDRT tersebut sebagai kekejaman atau penganiayaan berat, putusan ini minim pendalaman terkait perlindungan korban secara komprehensif, khususnya karena mengabaikan aspek pemulihan kondisi psikologis dan pemenuhan hak ekonomi korban pascacerai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan talak bā’in ṣughrā berpotensi menjadi instrumen perlindungan yang selaras dengan syariat, namun membutuhkan reformasi paradigma peradilan yang lebih berorientasi pada pemulihan korban dan keadilan substantif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

alihkam

Publisher

Subject

Religion Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Al-Ihkam Journal is one of the Faculty Sharia journals of the Departement Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) Universitas Islam Negeri Mataram, which intensely tries to respond, criticize, and comprehensively analyze related issues in contemporary Islamic Family Law from various scientific ...