Konsumsi junk food dan minuman kemasan pada anak usia 6–12 tahun berisiko menimbulkan obesitas, gangguan konsentrasi, hingga penyakit tidak menular. Penelitian menunjukkan anak yang sering mengonsumsi junk food memiliki risiko obesitas lebih tinggi, sementara minuman kemasan yang kaya gula turut memperburuk kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Sangga tahun 2025, seluruh anak dari ibu yang diwawancarai memiliki kebiasaan mengonsumsi junk food dan minuman kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebiasaan mengonsumsi junk food dan minuman kemasan pada anak di Desa Sangga wilayah kerja Puskesmas Lambu tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 responden yang merupakan ibu dari anak usia 6–12 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan dasar (61,29%) dan pendapatan tidak tetap (91,93%). Sebagian besar anak memiliki kebiasaan sering mengonsumsi junk food dan minuman kemasan (69,35%). Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan konsumsi junk food dan minuman kemasan pada anak usia 6–12 tahun di Desa Sangga cukup tinggi yaitu sebesar 69,35%. Puskesmas dapat memberikan edukasi kepada orangtua tentang kandungan gizi dan efek mengkonsumsi junk food dan minuman kemasan serta pemantauan rutin dari orangtua dan membiasakan anak mengkonsumsi makanan real food
Copyrights © 2026