Sanggar Belajar (SB) Klang Lama di Kuala Lumpur merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang menyediakan layanan belajar bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak terfasilitasi pendidikan formal. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki minat baca yang rendah dan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan karakteristik usia mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan minat membaca siswa melalui penerapan media budaya bercerita sebagai strategi literasi yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Metode yang digunakan meliputi pendampingan proses belajar mengajar, implementasi media budaya bercerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, observasi aktivitas siswa, serta interaksi langsung di kelas. Kegiatan dilakukan di SB Klang Lama dengan jumlah peserta sebanyak 42 siswa usia 5–13 tahun, dengan jadwal pembelajaran reguler Senin–Jumat pukul 08.00–16.00. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan budaya bercerita, khususnya melalui pemilihan cerita rakyat seperti Air Mata Ibu Malin, mampu menarik perhatian siswa, meningkatkan antusiasme mereka dalam menyimak cerita, serta mendorong mereka untuk membaca cerita hingga selesai. Siswa terlihat lebih aktif, fokus, dan menunjukkan peningkatan minat terhadap aktivitas membaca. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan ruang dan kondisi kelas yang berdekatan, pelaksanaan program tetap berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap motivasi literasi siswa. Dengan demikian, budaya bercerita dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran efektif untuk memperkuat minat baca anak PMI di Malaysia.
Copyrights © 2025