Multikola: Jurnal Kolaborasi Multididipliner
Vol 1 No 2 (2026): Juni 2026

Kesenjangan Antara Penguasaan Teori Morfologi dan Praktik Menulis Akademik: Analisis Penggunaan Afiks pada Karya Tulis Mahasiswa

Mistariani Halawa (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nias)
Steven Adil Halawa (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nias)
Aerani Calista Sintikhe Hia (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nias)
Arozatulo Bawamenewi (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nias)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2026

Abstract

Afiksasi merupakan proses morfologis krusial dalam pembentukan makna dan kategori kata melalui penambahan prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Dalam konteks penulisan akademik, ketepatan penggunaan afiks menjadi determinan utama kejelasan makna dan kualitas kebahasaan teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiks dalam karya tulis mahasiswa, mengidentifikasi tipologi kesalahan yang muncul, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas tulisan ilmiah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi, data penelitian yang terdiri dari makalah, laporan, dan tugas akhir mahasiswa dikumpulkan secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak-catat, sedangkan analisis data mencakup tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas temuan dijamin melalui triangulasi teknik, peer debriefing, dan audit trail. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa prefiks meN- merupakan afiks yang paling dominan digunakan namun sekaligus menjadi sumber kesalahan tertinggi, terutama akibat aplikasinya pada konstruksi kalimat pasif. Sufiks -kan dan -i juga sering mengalami kesalahan penggunaan akibat generalisasi aturan, sementara infiks ditemukan sangat jarang muncul. Selain itu, penggunaan konfiks ke-an dan pe-an menunjukkan adanya kerancuan dalam mendiferensiasi kategori kata benda dan kata kerja. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan (gap) antara penguasaan teori morfologi secara pasif dengan kemampuan aplikatif mahasiswa dalam penulisan fungsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa memerlukan transformasi pembelajaran morfologi yang lebih aplikatif, integrasi latihan menulis dengan umpan balik (feedback) korektif, serta penyediaan modul referensi kesalahan umum. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar penulisan ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkm

Publisher

Subject

Description

Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner adalah jurnal ilmiah akses terbuka yang menerapkan proses double-blind peer review. Jurnal ini diterbitkan secara berkala sebagai wadah publikasi artikel hasil penelitian, kajian konseptual, tinjauan pustaka, maupun praktik inovatif di bidang pendidikan. ...