Afiksasi merupakan proses morfologis krusial dalam pembentukan makna dan kategori kata melalui penambahan prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Dalam konteks penulisan akademik, ketepatan penggunaan afiks menjadi determinan utama kejelasan makna dan kualitas kebahasaan teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiks dalam karya tulis mahasiswa, mengidentifikasi tipologi kesalahan yang muncul, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas tulisan ilmiah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi, data penelitian yang terdiri dari makalah, laporan, dan tugas akhir mahasiswa dikumpulkan secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak-catat, sedangkan analisis data mencakup tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas temuan dijamin melalui triangulasi teknik, peer debriefing, dan audit trail. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa prefiks meN- merupakan afiks yang paling dominan digunakan namun sekaligus menjadi sumber kesalahan tertinggi, terutama akibat aplikasinya pada konstruksi kalimat pasif. Sufiks -kan dan -i juga sering mengalami kesalahan penggunaan akibat generalisasi aturan, sementara infiks ditemukan sangat jarang muncul. Selain itu, penggunaan konfiks ke-an dan pe-an menunjukkan adanya kerancuan dalam mendiferensiasi kategori kata benda dan kata kerja. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan (gap) antara penguasaan teori morfologi secara pasif dengan kemampuan aplikatif mahasiswa dalam penulisan fungsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa memerlukan transformasi pembelajaran morfologi yang lebih aplikatif, integrasi latihan menulis dengan umpan balik (feedback) korektif, serta penyediaan modul referensi kesalahan umum. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar penulisan ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026