Perkembangan peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, yang dapat berdampak pada aspek akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk permasalahan perkembangan peserta didik, faktor penyebab, serta strategi intervensi yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan utama dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang ditemukan meliputi perubahan orientasi belajar, ketidakstabilan emosi, perilaku komunikasi yang kurang sesuai dengan norma kesantunan, serta permasalahan penggunaan media sosial. Faktor keluarga, terutama kondisi keluarga yang kurang harmonis dan rendahnya keterlibatan orang tua, menjadi faktor dominan yang memengaruhi munculnya permasalahan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan permasalahan perkembangan peserta didik memerlukan intervensi yang berkelanjutan melalui layanan konseling serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026