Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan penting bagi kesehatan serta kualitas hidup anak, termasuk dalam hal berbicara, mengunyah, dan berinteraksi. Karies gigi adalah kondisi yang mempengaruhi jaringan gigi dan dimulai dengan kerusakan pada permukaan gigi. Kebiasaan menggosok gigi adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan masalah gigi. Makanan yang dapat menyebabkan kerusakan gigi adalah makanan manis yang berpotensi memicu karies gigi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak di SDN Tigaraksa IV Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4 dan 5 di SDN Tigaraksa IV Kabupaten Tangerang dengan jumlah 160 responden. Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa 81 responden (50,6%) memiliki kebiasaan menggosok gigi kurang baik, mengkonsumsi makanan kariogenik tinggi sebesar (50,6%), dan 81 responden (50,6%) mengalami karies gigi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies nilai p-value 0,000, serta mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Kebiasaan menggosok gigi yang kurang baik dan tingginya konsumsi makanan kariogenik meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara benar dan mengurangi makanan kariogenik agar tidak terjadinya karies.
Copyrights © 2026