Pengendalian kasus Dengue di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sangat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap masyarakat. Studi observasional analitikal dengan desain cross-sectional ini meneliti bagaimana pemahaman serta pandangan warga Kelurahan Tara-Tara II memengaruhi tindakan preventif mereka terhadap DBD. Melalui simple random sampling, sebanyak 85 responden dilibatkan dan dievaluasi menggunakan kuesioner terstruktur. Data hasil survei diolah melalui uji statistik univariat dan bivariat (Chi-Square, CI = 95%). Temuan lapangan menunjukkan nilai p = 0,672 untuk variabel pengetahuan dan p = 0,464 untuk variabel sikap, yang berarti kedua faktor tersebut tidak berhubungan secara signifikan dengan tindakan pencegahan DBD. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman yang baik belum tentu terwujud dalam aksi nyata. Oleh karena itu, intervensi edukasi kesehatan ke depan harus difokuskan pada strategi pembentukan kebiasaan dan perubahan perilaku nyata di masyarakat.
Copyrights © 2026