Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Adolescent Health Education in Don Bosco Frater Junior High School Students Tomohon City Merdekawati Evangli Weken; Rakhmawati Agustina; Syafriani
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.3955

Abstract

Adolescents frequently encounter several nutrition-related issues, such as anemia, obesity, and chronic energy deficiency, among others. During the developmental phase of adolescence, individuals need guidance as well as encouragement from adult figures. There is a need for guidance in order to enhance individuals' self-awareness and awareness towards regularly arising concerns. Health education is an effective approach for enhancing individuals' understanding and abilities to transform their health-related behaviors through the process of acquiring knowledge. The purpose of this activity is to increase awareness of adolescent health education in Frater Don Bosco Junior High School . The methods this activity conducts interactive seminars and to assess the students' comprehension, the team conducts pre and post-tests utilizing the Web Tool platform to develop interactive quizzes. The result findings this activity can involve participants activaly and indicated a significant increase of 20.64% in participants' knowledge. The suggested recommendation for promoting enhanced understanding of adolescent health among students is to offer training programs to teachers and establish peer groups in schools.
THE ASSOCIATION BETWEEN SOCIAL MEDIA USE AND EMOTIONAL REGULATION IN MIDDLE SCHOOL STUDENT, LANGOWAN, SULAWESI UTARA Andi Pramesti Ningsih; Syafriani Syafriani; Lucyana Leonita Pongoh; Dicky Indirwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan regulasi emosi pada siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan responden sebanyak 217 siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur yang digunakan (p=0.820) tidak berhubungan secara signifikan dengan regulasi emosi. Sebagian besar siswa menggunakan sosial media untuk hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan akademik. Pencarian informasi (p=0.044) dan waktu yang digunakan mengakses sosial media (p=0.000) berhubungan signifikan dengan regulasi emosi. Sosial media mempengaruhi bagaimana remaja melihat sebuah hubungan antar individu dengan melakukan perbandingan sosial dan interaksi negatif, seperti bullying di internet. Selain itu, informasi yang ada bisa menimbulkan ketakutan yang berlebihan pada diri remaja. Hal ini yang kemudian mempengaruhi siswa dalam meregulasi emosi yang ada. Oleh karena itu, penting bagi para pendidik di sekolah untuk melakukan pengawasan dan memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang benar agar tidak mengganggu aktivitas akademik.
HUBUNGAN PERALIHAN JENIS ROKOK DENGAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT KETERGANTUNGAN NIKOTIN DI KALANGAN MAHASISWA Syafriani, Syafriani; Ningsih, Andi Pramesti; Pongoh, Lucyana Leonita
Preventif Journal Vol 8, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v8i2.48058

Abstract

ABSTRAK Rokok elektrik adalah perangkat elektronik yang dapat memanaskan cairan yang mengandung nikotin dan bahan kimia lainnya, menjadi uap sehingga dapat dihirup oleh pengguna tanpa harus membakar tembakau. Rokok ini semakin populer di berbagai negara termasuk Indonesia. Penggunaan rokok elektrik di Indonesia semakin meningkat mencapai 2,8%. Provinsi Sulawesi utara juga menunjukkan prevalensi perokok elektrik yang tinggi yaitu 4,42% melebihi rerata nasional. Sebagian besar perokok elektrik di provinsi ini didominasi oleh perempuan (2,38%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peralihan jenis rokok (dari tembakau ke elektrik) dengan pengetahuan dan tingkat ketergantungan nikotin pada mahasiswa perokok di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Penelitian ini merupakan jenis crossectional study dengan jumlah responden sebanyak 109 orang yang diambil menggunakan teknik virtual snowball sampling. Responden adalah pengguna rokok elektrik yang berstatus sebagai mahasiswa(i) UNIMA. Pengumpulan data melalui survei daring menggunakan kuesioner google form. Analisis statisik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 92,7% responden menggunakan rokok elektrik 0-2 tahun, dan sebanyak 61,5% adalah perokok tembakau yang beralih ke elektrik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel peralihan jenis rokok tidak berhubungan dengan pengetahuan (p-value=0,941>0,05) akan tetapi berhubungan dengan tingkat ketergantungan nikotin (p-value=0,0410.05), but was correlated with nicotine dependence level (p-value=0.041
Hubungan Penggunaan Sosial Media dengan Kualitas Tidur dan Suasana Hati Pada Remaja Ningsih, Andi Pramesti; Syafriani, Syafriani
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.21339

Abstract

Kehidupan di abad-20 tidak terlepas dari penggunaan teknologi yang semakin memudahkan kehidupan manusikanSalah satu teknologi yang paling banyak digunakan adalah sosial media. Sosial media menghubungkan satu orang dengan orang lain yang berada pada jarak yang berbeda. Disamping manfaatnya yang sangat banyak, sosial media juga bisa memberikan dampak negatif jika digunakan berlebihan. Penggunaan sosial media tidak hanya berlaku untuk umur tertentu, tetapi semua kalangan bisa menggunakan sosial media, termasuk remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunanaan sosial media dengan kualitas tidur dan suasana hati pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan analisis korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur berhubungan secara signifikan dengan penggunaan sosial media (p-value 0.005) dan tidak berhubungan secara signifikan dengan suasana hati remaja (p-value 0.189). Olehnya itu, remaja harus diberikan aturan dan pengawasan dalam penggunaan sosial media sehingga tidak mempengaruhi aspek kehidupannya yang lain.
Edukasi Literasi Gizi : Sehatkah Makanan dan Minuman Kekinian? Agustina, Rakhmawati; Syafriani, Syafriani; Weken, Merdekawati Evangli
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16461

Abstract

Pendahuluan: Peralihan makanan dan minuman tradisional ke makanan dan minuman kekinian yang tinggi gula, garam lemak membuat risiko obesitas dan penyakit tidak menular pada remaja meningkat. Remaja rentan masalah ini karena sering mengkonsumsi sebagai tren. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan membaca informasi gizi pada siswa SMA. Metode: Edukasi dan praktik pada 24 siswa SMA Islam Terpadu (IT) Harapan Bunda Manado. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang gizi pada siswa dari 72,1 menjadi 82,7 melalui pretest dan post test. Selain itu, terdapat peningkatan juga pada keterampilan membaca informasi gizi pada kemasan makanan dan minuman. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan manfaat kepada siswa dengan ditandai meningkatnya pengetahuan dari 72,1 menjadi 82,7 dan keterampilan membaca informasi gizi.
ADIKSI GAME PADA REMAJA DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN DAN UMUR Ningsih, Andi Pramesti; Syafriani, Syafriani; Indirwan, Dicky; Wardani, Ayunytyah Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42314

Abstract

Tingkat keparahan bermain game didefinisikan sebagai jumlah jam yang digunakan sebagai ukuran tingkat adikitf dalam permainan daring. Beberapa game yang menjadi pilihan siswa/i adalah free fire, PUBG dan mobile legend. Ketiga game ini adalah game yang saat ini menjadi tren dikalangan siswa. Siswa yang memainkan game online secara berlebihan dapat menimbulkan adiksi dan dampak negatif yang lain seperti pengabaian terhadap tugas sekolah dan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 83 siswa/i kelas 1-3 SMP di Sulawesi Utara. Siswa laki-laki (54%) lebih banyak dibandingkan siswa perempuan (46%). Selanjutnya dari sisi umur, siswa paling banyak berada pada usia 13 tahun (54%), dilanjutkan siswa usia 15 tahun (34%). Siswa paling sedikit berada pada usia 11 tahun (1%). Siswa lebih banyak berada dalam tahap adiksi (53%) dibandingkan non adiksi (47%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tidak berhubungan secara signifikan terhadap adiksi yang terjadi pada siswa (p-value=0.230). Sementara jenis kelamin berhubungan signifikan dengan adiksi (p-value=0.000). Hal ini tentu saja menjadi perhatian untuk mengawasi anak dalam memainkan game online terutama laki-laki. Olehnya itu, disarankan kepada orangtua dan sekolah untuk mengawasi aktivitas anak dalam memainkan game online.
Penguatan karakter anti bullying pada siswa melalui penyuluhan tentang bullying Andi Pramesti Ningsih; Syafriani Syafriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25269

Abstract

Abstrak Bullying adalah salah satu kenakalan remaja yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memasukkan bullying sebagai salah satu dari tiga dosa besar pendidikan. Bullying dapat menimbulkan dampak bukan hanya kepada korban tetapi kepada pelaku. Besarnya dampak yang dapat terjadi membuat perilaku bullying harus dicegah sedini mungkin. Penyuluhan menjadi salah satu metode yang dipilih untuk memberikan informasi kepada remaja mengenai bullying, mulai dari definisi hingga dampaknya. Penyuluhan bullying ditujukan kepada 29 siswa/siswi SMP. Kuesioner mengenai bullying dibagikan melalui google form. Diantara para siswa, sebagian besar pernah mengalami kasus bullying yaitu 21 siswa (72.4%). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan siswa yang baik meningkat dari 41,4% menjadi 62,1%. Hal ini membuktikan bahwa para siswa masih membutuhkan informasi mengenai bullying. Namun, kegiatan penyuluhan yang dilakukan hanya satu kali belum cukup untuk menumbukan kesadaran perilaku anti bullying secara berkelanjutan. Para guru di sekolah diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dan terus memberikan informasi untuk pembentukan perilaku anti bullying  di sekolah. Kata kunci: bullying;  karakter; penyuluhan; siswa Abstract Bullying is a type of juvenile delinquency that is carried out intentionally to hurt other people both physically and psychologically. The Ministry of Education, Culture, Research and Technology includes bullying as one of the three major educational sins. Bullying can have an impact not only on the victim but also on the perpetrator. The large impact that can occur means that bullying behavior must be prevented as early as possible. Counseling is one of the methods chosen to provide information to teenagers about bullying, from its definition to its impact. Bullying counseling was aimed at 29 junior high school students. Questionnaires regarding bullying were distributed via Google Form. Among the students, the majority had experienced cases of bullying, namely 21 students (72.4%). After the counseling was carried out, it was found that students' good knowledge increased from 41.4% to 62.1%. This proves that students still need information about bullying. However, outreach activities carried out only once are not enough to raise awareness of anti-bullying behavior on an ongoing basis. Teachers at schools are expected to monitor student behavior and continue to provide information for the formation of anti-bullying behavior at school. Keywords: bullying; character; counseling; students
Gambaran Riwayat Kontak dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Maelang Tahun 2024 Yuni Safitri Mokoagow; Jonesius Eden Manoppo; Syafriani Syafriani; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Theo WE Mautang; Maxie Moleong
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4724

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan perilaku berisiko yang tinggi. Penularan TB paru sangat dipengaruhi oleh riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif serta kebiasaan merokok yang dapat menurunkan daya tahan paru-paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan riwayat kontak dan kebiasaan merokok pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Maelang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 92 orang, yang terdiri dari 27 responden positif TB paru dan 65 responden negatif TB paru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta data sekunder dari Puskesmas Maelang, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 46–55 tahun (37%), berjenis kelamin laki-laki (72,8%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMP (33,7%). Sebanyak 27,2% responden memiliki riwayat kontak dengan penderita TB paru, seperti tinggal serumah, berbagi alat makan atau minum, serta berada dalam satu ruangan tertutup, sedangkan 18,5% responden memiliki kebiasaan merokok sebelum didiagnosis TB paru. Kejadian TB paru lebih banyak ditemukan pada responden yang memiliki riwayat kontak dan kebiasaan merokok dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki kedua faktor tersebut. Kesimpulannya riwayat kontak erat dengan penderita TB paru dan kebiasaan merokok berperan penting terhadap kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Maelang, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi, pengendalian faktor risiko, serta penguatan promosi kesehatan masyarakat.
The Influence Of Health Promotion On Adolescents' Knowledge About Sexually Transmitted Infections Muntiaha, Frisilia Putri; Bawiling, Nancy; Syafriani, Syafriani; Toar, Jilly; Pramesti, Andi Ningsih; E. Manoppo, Jonesius
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10653

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang semakin meningkat pada kelompok remaja akibat kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) pada siswa SMK N 5 Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental melalui pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint (PPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan responden sebelum edukasi adalah 24,53 dan meningkat menjadi 29,82 setelah diberikan edukasi. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah promosi kesehatan melalui edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang Infeksi Menular Seksual (IMS).
Hubungan Pengetahuan Mengenai Covid-19 dengan Tingkat Stres Pada Siswa SMK Negeri 1 Modoinding Novia Anggreini Batas; Vivi Mampuk; Engryne Nindi; Adi Yeremia Mamahit; Syafriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk meningkatkan tingkat stres pada individu. Pengetahuan yang kurang mengenai COVID-19 dapat menjadi faktor penyebab stres, termasuk pada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan mengenai COVID-19 dengan tingkat stres pada siswa SMK Negeri 1 Modoinding. Desain cross- sectional digunakan untuk mengumpulkan data dari 37 siswa dari total populasi sebanyak 39 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang COVID-19 (64,9%) dan mengalami tingkat stres yang berat (59,5%). Analisis statistik menggunakan uji chi-squared menghasilkan nilai ρ- value sebesar 0,000, lebih kecil dari nilai α = 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai COVID-19 dengan tingkat stres pada siswa SMK Negeri 1 Modoinding. Temuan ini menyoroti pentingnya pendidikan yang komprehensif tentang COVID-19 dalam mengurangi tingkat stres pada siswa, serta menekankan perlunya dukungan dan sumber daya tambahan untuk mengelola stres selama masa pandemi.