Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Pelepat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada komunitas Suku Anak Dalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi penyuluh agama Islam, Kepala KUA Kecamatan Pelepat, pemerintah desa, orang tua, serta anak-anak Suku Anak Dalam di Desa Dwi Karya Bhakti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dilakukan melalui pendekatan kultural yang menghargai adat dan bahasa lokal, penerapan metode pembelajaran Hattaiyah yang berfokus pada pengenalan huruf hijaiyyah secara bertahap, serta pendekatan sosial bil-hikmah wal-mau‘izhah al-hasanah yang menekankan komunikasi persuasif dan edukatif. Kendala utama yang dihadapi meliputi kesenjangan budaya, rendahnya latar belakang pendidikan keluarga, serta pola hidup nomaden komunitas Suku Anak Dalam. Upaya yang dilakukan penyuluh agama meliputi adaptasi terhadap budaya lokal, pemberian pendidikan umum sebagai pendukung pembelajaran Al-Qur’an, serta kerja sama dengan pemerintah desa dan Kementerian Agama untuk mendorong pola hidup menetap. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi dakwah yang kontekstual, humanis, dan kolaboratif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an pada komunitas adat terpencil.
Copyrights © 2025