Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan komunikasi interpersonal penyuluh agama Islam dalam membina kerukunan umat beragama. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pelaksanaan komunikasi interpersonal dalam membina kerukunan umat beragama masyarakat di Dusun Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko dilaksanakan melalui: a) membentuk organisasi pengajian masyarakat sebagai sarana penyampaian dakwah ajaran Islam yang benar; b) membengun dan mengelola sarana pendidikan agama, sarana ibadah sebagai tempat tempat kegiatan pendidikan dan pembinaan kerukunan umat beragama reamaja, c) melakukan komunikasi interpersonal sentimentil (al manhaj al athifi) dan pendekatan rasional dalam setiap melakukan dakwah kepada masyarakat. 2) Kendala pelaksanaan komunikasi interpersonal penyuluh agama Islam dalam membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat di Dusun Sepunggur adalah: a) pengetahuan masyarakat tentang tolerasi sangat rendah dan mudah terpengaruh dengan media informasi yang menyebarkan ujaran kebecian, profokasi serta adu domba b) kondisi pendidikan pengalaman masyarakat tentang toleransi dan kerukunan yang minim sehingga banyak masyarakat yang mudah bosan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan rutin keagamaan; 3) Upaya yang dilakukan penyuluh agama Islam dalam maksimalisasi komunikasi interpersonal guna membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat di Dusun Sepunggur adalah: a) melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang pentingnya kerukunan dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan teknologi informasi dikalangan masyarakat, b) melakukan kerjasama antara penyuluh agama Islam orang tua dan pemerintah dengan tujuan meningkatkan peran masyarakat dalam membina kerukunan antar dn inter umat beragama.
Copyrights © 2023