Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk sikap dan perilaku remaja terhadap judi online, peran keluarga sebagai sistem komunikasi dalam membentuk sikap dan perilaku tersebut, hambatan-hambatan yang dihadapi keluarga dalam menyampaikan nilai dan norma kepada remaja di tengah tantangan digital. Fenomena judi online kian mengkhawatirkan di kalangan remaja karena kemudahan akses internet, kurangnya kontrol orang tua, dan pengaruh teman sebaya yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima orang remaja, lima orang tua, serta dua tokoh masyarakat yang tinggal di Desa Kederasan Panjang, Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian remaja memiliki pengetahuan yang minim terhadap risiko judi online, bahkan ada yang sudah terlibat dalam aktivitas tersebut. Bentuk perilaku remaja yang terpapar judi online mencakup sikap permisif, kecanduan, serta kecenderungan untuk menjadikan judi online sebagai solusi cepat mendapatkan uang. Sementara itu, peran keluarga sebagai sistem komunikasi belum berjalan optimal. Banyak orang tua tidak memiliki aturan khusus tentang penggunaan gadget, tidak memahami bahaya judi online, serta kurang menjalin komunikasi preventif dengan anak. Hambatan utama yang dihadapi keluarga dalam menyampaikan nilai dan norma adalah rendahnya literasi digital orang tua, minimnya pengawasan, dan lemahnya komunikasi dua arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa urgensi penguatan komunikasi keluarga dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat serta lembaga pendidikan sangat penting dalam membentuk ketahanan remaja terhadap pengaruh judi online. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan literasi digital keluarga, penguatan regulasi penggunaan gadget di rumah, serta pelibatan masyarakat dan lembaga agama dalam edukasi preventif.
Copyrights © 2025