Kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris sekarang ini menjadi sebuah tuntutan bagi setiap individu. Tuntutan penguasaan Bahasa Inggris sejalan dengan maraknya pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain untuk berwisata. Orang berwisata hakekatnya pasti akan terjadi proses sosialisasi, komunikasi, pertukaran ide dan wawasan dengan orang yang dijumpai. Dalam konteks ini, Bahasa Inggris menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam berinteraksi. Demikian halnya dengan pelayan jasa pada sektor pariwisata diamana kemampuan berbicara Bahasa Inggris menjadi keharusan. Pelayan jasa pariwisata selain memiliki kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris juga harus memiliki soft skill (cakap/cerdas (smart), pintar (clever), sopan santun (friendly/hospitable), etika berbicara (speaking ethics) sebagai penguat. Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan pada model English hospitality video-based learning pada mahasiswa Program Studi Diploma Tiga (D3) konsentrasi Perhotelan STP Mataram. Penelitian ini dilakukan guna merespons kesan atau keluhan-keluhan users/stakeholders di industri jasa pariwisata (hotel dan restoran) tentang berbahasa Inggris mahasiswa dan alumni STP Mataram. Pada penelitian ini, peneliti melakukan analisis dan mengevaluasi model pembelajaran praktis Bahasa Inggris Hospitality video Based (Blended learning) yang telah diterapkan dalam pembelajaran dengan jumlah 40 orang mahasiswa sebagai responden. Kemudian, respons mahasiswa terhadap pertanyaan kuesioner ditentukan menggunakan skala Likert yaitu; setuju (1), tidak berpendapat (2), dan (3) tidak setuju. Jadi, luaran penelitian ini yaitu untuk mendapatkan rekomendasi terhadap pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif dan berterima pada mahasiswa Program studi Diploma tiga (D3) konsentrasi perhotelan di STP Mataram.
Copyrights © 2025