Primus Gadu
Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ENGLISH SPEAKING PROFICIENCY MAHASISWA PROGRAM D3 PERHOTELAN DAN USAHA PERJALANAN WISATA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA MATARAM Primus Gadu; Mahsun Mahsun; Fathurrahim Fathurrahim
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 7: Februari, 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i7.280

Abstract

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram merupakan lembaga pendidikan pariwisata pertama dan terpercaya di Nusa Tenggara Barat. Beralamat di jalan Panjitilar Negara No. 99X Kekalik Jaya. Lembaga ini memiliki Tiga Program Studi unggulan yaitu Program Strata Satu (S1) Pariwisata, Diploma Tiga (D3) Perhotelan dan Diploma Tiga (D3) Perjalanan Wisata. Penelitian dilakukan pada Mahasiswa Program Diploma Tiga Perhotelan Dan Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram karena didasari pada permasalahan kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan pendekatan interview test based. Berbicara (speaking) adalah suatu aspek berbahasa yang harus dikuasai dengan baik oleh pembelajar untuk mengkomunikasikan atau mengekspresikan ide-ide dan pesan-pesan tertentu karena kemampuan berkomunikasi merupakan tujuan pembelajaran bahasa Inggris. Pernyataan ini kemudian dipertegas Nunn (2005) bahwa kompetensi komunikatif lebih menekankan pada ketepatan penggunaan kode-kode sosial sebuah guyub tutur yakni apa yang disebut dengan pemahaman bersama tentang hak dan kewajiban, kaidah interaksi, bentuk kewenangan, dan kesukaan. Tentu saja, pendekatan pembelajaran dengan titik tekan pada kemampuan komunikatif senada dengan tujuan pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Namun, fakta menunjukkan bahwa berbicara dirasa sangat sulit bagi setiap pembelajar Bahasa Inggris. Oleh karenanya, identifikasi awal terkait kemampuan berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram penting dilakukan. Penelitian ini melibatkan 61 orang mahasiswa Semester Tiga dari Program Studi Diploma Tiga Usaha Perjalanan Wisata dan Program Studi Perhotelan. Dan untuk mengumpulkan data maka tes wawancara dilakukan. Selanjutnya untuk analisis data peneliti menggunakan beberapa tahap yaitu reduksi dan penyajian data yang disusun secara sederhana dari informasi yang kompleks ke dalam bentuk analisis yang mudah dipahami. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk (1) Peningkatan dan penguatan kemampuan berbicara bahasa Inggris Mahasiswa pada Program studi D3 Perhotelan dan D3 Perjalanan Wisata, (2) Tersusunnya rekomendasi hasil penelitian dan (3) Terpublikasinya hasil penelitian pada jurnal ilmiah terakreditasi.
PENGRAJIN ANYAMAN KETAK PASCA PANDEMI COVID-19 DI DESA SIGERONGAN KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Mahsun Mahsun; Primus Gadu; Fathurrahim Fathurrahim
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 7: Februari, 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i7.281

Abstract

Program Penerapan Iptek internal Dana Penelitian dan Pengabdian Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram Tahun 2022 ini menyasar kelompok produktif secara ekonomi kategori usaha kecil pengrajin anyaman Ketak (Mitra) di Desa Sigerongan, kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Program ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat mandiri secara ekonomi. Sehingga, program ini dilaksanakan karena mendasar pada permasalahan yaitu rendahnya kemampuan mitra untuk beradaptasi dengan aplikasi pemasaran dan penjualan berbasis online/digital pasca Covid-19. Fakta bahwa sampai saat ini mitra di desa Segerongan, kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat masih menggunakan system pemasaran dan penjualan off-line (dunia nyata) atau secara konvesional. Lagi pula, adanya keterbatasan pengetahuan, belum terbentuknya sikap, mental dan keterampilan wirausaha (entrepreneur soft skill and technical skill), Merujuk pada permasalahan-permasalahan itu maka menjadi sangat penting ditindaklanjuti program penyemaian dan penguatan pengetahuan, sikap, mental dan keterampilan wirausaha (entrepreneur soft skill and technical skill) serta kemampuan memanfaatkan aplikasi pemasaran berbasis online/digital sebagai solusi. Dengan demikian, target luaran terlaksananya program ini yaitu terwujudnya sikap, mental dan keterampilan wirausaha (entrepreneur soft skill and technical skill) mitra dan diseminasinya program ini pada artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi.
PEDAGANG CENDERAMATA DI KAWASAN MANDALIKA KUTA LOMBOK TENGAH POST PANDEMI COVID-19 Primus Gadu; Mahsun Mahsun; Fathurrahim Fathurrahim
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 7: Februari, 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i7.282

Abstract

Program pengabdian Internal didanai dari Dana Penelitian dan Pengabdian Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram Tahun 2022. Program ini menyasar kelompok produktif secara ekonomi kategori usaha kecil pedagang cenderamata (Mitra) Pedagang Cenderamata di Kawasan Mandalika Kuta Lombok Tengah. Fakta bahwa selama pandemi Covid-19 menjadikan sistem pemasaran dan penjualan berbasis online/digital menjadi efektif dan merupakan suatu keharusan bagi setiap pedagang dan demikian halnya dengan pedagang cenderamata di Kawasan Mandalika Kuta Lombok Tengah. Mendasar pada fakta yang tersebut, pedagang cenderamata (mitra) di Kawasan Mandalika Kuta Lombok Tengah belum mampu beradaptasi atau mengalami kesulitan mengikuti cara/model pemasaran dan penjualan produk menggunakan aplikasi berbasis digital/online, mitra juga belum memiliki dan belum terbentuknya landasan yang kuat tentang berwirausaha mandiri (sikap, mental, dan jiwa wirausaha) (entrepreneur soft skill and technical skill. Dengan merujuk pada permasalahan-permasalahan mitra, maka program penguatan digital/online marketing menjadi sangat penting dilakukan dan ditindaklanjuti. Program ini terfokus pada penguatan pengetahuan, sikap, mental serta keterampilan wirausaha (entrepreneur soft skill and technical skill, dan kemampuan mitra memanfaatkan dan menggunakan aplikasi pemasaran berbasis online/digital. Tujuannya yaitu terwujudnya masyarakat mandiri secara ekonomi dan mewujudkan sikap, mental dan keterampilan wirausaha (entrepreneur soft skill and technical skill).
WISATA GASTRONOMI: MENGENAL BUDAYA DAN SEJARAH MELALUI MAKANAN LOKAL ‘SATE REMBIGA’ DI MATARAM Wiwik Nirmala Sari; Primus Gadu; Mahsun Mahsun
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 9: April 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i9.354

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengkaji tentang nilai-nilai gastronomi yang ada pada makanan khas Sate Rembiga di Mataram melalui empat elemen yaitu sejarah, budaya, lanskap geografis dan metode memasaknya. Penelitian ini menggunakan langkah observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam mengumpulkan data yang kemudian dianalisis menggunakan Teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan sate merupakan jenis makanan yang sudah ada sejak tahun 1843 dan sate rembiga merupakan jenis makanan yang dilatarbelakangi dari pekerjaan pemilik makanan sate rembiga yang merupakan tukang potong sapi sejak tahun 1970. Dalam proses pengolahan daging hingga penyajiannya terdapat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang membuat sate ini semakin menarik. Penggunaan bahan bakar dengan arang, serta penggunaan gerabah sebagai alat masaknya merupakan ciri khas dari beberapa masyarakat NTB yang diketahui hingga saat ini masih ada yang menjadikan kerajinan gerabah sebagai mata pencahariannya. Pada proses memasaknya masih menggunakan cara yang sama, hanya beberapa bagian saja yang berubah seperti penggunaan mesin dalam menghancurkan daging dan bumbu, serta penggunaan alat panggang dalam memanggang sate. Teknik dalam pencampuran bumbu dan daging hingga saat ini juga masih menggunakan tangan (manual), hal tersebut dilakukan untuk menjaga cita rasa dari sate rembiga. Sate rembiga dengan nilai tersebut layak untuk dikembangkan kedepannya.
STRATEGI PROMOSI WISATA BAHARI DI PULAU BUNGIN KECAMATAN ALAS KEBUPATEN SUMBAWA BESAR NTB Rita yuliana; Sri Susanty; Primus Gadu; I Ketut Purwata
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 2: Nopember 2021
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.05 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i1.997

Abstract

Pulau bungin adalah salah satu kepulauan yang berada di wilayah Kabupaten Sumbawa barat, nusa tenggara barat. Kepulauan ini merupakan obyek wisata bahari unggulan kabupaten Sumbawa besar yang berkonsep ekowisata dengan berbagai kelebihan dan keistimewaannya yang tersebar di beberapa pulau. Meskipun obyek wisata ini cukup dikenal oleh wisatawan nusantara, namun ada beberapa wisatawan nusantara yang masih belum mengetahui banyak tentang obyek wisata ini. Hal ini terlihat dengan kurangnya strategi promosi yang efektif yang dapat menjangkau luas masyarakat Indonesia. Hasil akhir perancangan ini adalah media promosi. Media promosi yang paling utama dan dapat menjangkau luas adalah dengan menggunakan media elektronik, yakni iklan TV dan beberapa media pendukungnya. Diharapkan media-media tersebut dapat mempromosikan wisata bahari pulau bungin secara efektif.
PENGUATAN DIGITAL MARKETING PENGRAJIN KETAK DESA BATU MEKAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Mahsun Mahsun; Primus Gadu; Si Luh Putu Damayanti
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 2: Nopember 2021
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.462 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i2.1289

Abstract

Pandemi Covid 19 secara signifikan berdampak terhadap penawaran dan pemasaran produk barang dan jasa. Sebagai contoh telah terjadinya pergeseran pola pemasaran dari bertatapan muka di dunia nyata secara mendadak berubah total beradaptasi dengan model pemasaran online. Mendasar pada fakta inilah, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Internal Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram ini menyasar kelompok perempuan kreatif dan produktif pengrajin anyaman Ketak (Mitra) di desa Batu Mekar Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Ketak (Lygodium Circinatum) yaitu semacam tumbuhan paku yang merambat dan digunakan oleh perempuan-perempuan kreatif desa Batu mekar sebagai kerajinan rumahan (homemade insdutry) seperti tas, tempat tissue, tempat menyimpan perhiasan, alas piring makan, dan jenis cenderamata unik lainnya bernilai kompetitif di pasar local maupun mancanegara. Fakta bahwa Covid-19 secara mendadak membawa perubahan ekonomi atau penghasil pengrajin Ketak di Desa Batu Mekar. Semula banyak tamu lokal dan manca negara datang melihat dan membeli jenis produk anyaman Ketak unik yang dihasilkan pengrajin tetapi selama pandemic Covid-19 model atau pola pemasaran produk anyaman Ketak beralih menggunakan aplikasi berbasis online. Tim PKM STP Mataram bersama Mitra mendisain program alternatif solutif untuk menjawab permasalahan mendasar yang dihadapi Mitra yaitu penguatan kemampuan dan keterampilan menggunakan aplikasi pemasaran online (face book, instagram, market place, shopee, toko pedia, buka lapak dan lain-lain) maka diperlukan pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek). Tujuannya untuk menghadirkan calon pelanggan (domestik maupun mancanegara) sehingga metode pelatihan dan Bimtek menjadi pertimbangan penting pada kegiaan ini. Adapun sasaran target luaran yaitu (1) penguatan entrepreneur and technical skill kemampuan membuka toko online mandiri, (2) penguatan kebahasaan (bahasa Inggris pemasaran), (3) peningkatan omzet penjualan mitra, (4) publikasi artikel pada jurnal terakreditasi, (5) artikel (HAKI), (6) tersusunnya modul/bahan ajar mata kuliah pemasaran. Tim pelaksana PKM ini juga memperhatikan rekam jejak (track record) masing-masing pelaksana. Ketua pelaksana berkualifikasi S2 Manajemen konsentrasi bidang pemasaran, anggota tim pelaksana pertama S2 Linguistik/bahasa, anggota tim pelaksana kedua berkualifikasi S2 Pariwisata. Kemudian sebagai pelaksana pembantu 2 orang mahasiswa dilibatkan. Dari komposisi tim pelaksana diharapkan PKM ini terselenggara dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perbaikan dan peningkatan pendapatan keluarga mitra
PENGELOLAAN HOMESTAY BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KUTA LOMBOK Herianto Adi; I Putu Gede; Ajuar Abdullah; Primus Gadu
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 1: Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.196 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i1.1908

Abstract

Mandalika sebagai destinasi super prioritas nasional maka pemerintah mengadakan balap motor terbesar yaitu motogp, Selain dari infrastruktur tentu juga harus ada fasilitas penginapanyang menyebabkan pemerintah memebrikan bantuan homestay yang akan dikelola oleh masyarakat. Homestay bantuan pemerintah dibangun dengan syarat terdapat rumah dan lahan milik pribadi. Desa kuta yang merupakan induk dari KEK Mandalika adalah letak dari semua kegiatan yang dilakukan oleh ITDC selaku pengelola KEK Mandalika. Teknik menggunakan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan analisis data poac. Hasil menunjukkan bahwa homestay yang dibangun didesa kuta Lombok merupakan homestay bantuan dari pemerintah untuk menopang terlaksananya motogp agar penontonnya mendapatkan tempat untuk menginap. Homestay yang dibangun di desa kuta sebanyak 200 buah yang tersebar diseluruh desa kuta, homestay dibangun dengan syarat ada rumah milik warga dan tanah bangunan terletak pada tanah milik sendiri. Pembangunan homestay dilakukan oleh tukang daari keluarga atau dari orang asing dan dievaluasi selama empat tahap dengan cara memberikan bukti hasil kerja. Homestay dibersihkan oleh pemilik homestay dan dibantu oleh anggota keluarga, istri biasanya membantu dalam membersihkan dapur dan mencuci seprai dan sarung bantal, pengelola mengganti seprei setiap tamu cek out, sudah lewat seminggu, atau tamu yang meminta, pengelola ada beberapa yang bisa berkomunikasi bahasa inggris dengan baik yang menyebabkan pelayanan tidak berjalan secara maksimal.jual untuk lebih meningkatkan wisatawan yang dating.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA GENGGELANG LOMBOK UTARA Ibnu Huzaefah; I Putu Gede; Primus Gadu
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 3: Maret 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.798 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i3.2535

Abstract

This study discusses agro-tourism development strategies as a tourist attraction in Genggelang Village, Gangga District, North Lombok Regency. This type of research is a descriptive qualitative research, with the aim of describing the potential of agro-tourism in Genggelang Village, Gangga District, North Lombok Regency. The results of this study are presented using descriptive methods and SWOT analysis to obtain answers to the problem formulations, namely a description of the agro-tourism potential found in Genggelang Village, the formulation of agro-tourism development strategies in Genggelang Village. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, questionnaires and documentation. Determination of informants is determined by purposive sampling technique. There are important findings in the research, there are several agro-tourism potentials such as coffee, cocoa, durian, and vanilla plantations. Based on research, and internal strategic factors analysis summary (IFAS), external strategic factors analysis summary (EFAS) and then SWOT analysis so that an agro-tourism development strategy for Genggelang village can be formulated, namely a rapid growth strategy. It was concluded that the appropriate agro-tourism development strategy for Genggelang Village is a rapid growth strategy and the strategy that can be implemented in the development of agro-tourism in Genggelang Village is the Strength Opportunity.
PERSEPSI STAKEHOLDERSS TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA DESA BELEQ SEMBALUN LAWANG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Abd Hafiz Zulpan; Syech Idrus; Primus Gadu
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 3: Maret 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.227 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i3.2542

Abstract

Beleq Village is the oldest village in Sembalun Lawang, Sembalun District, the potential of beleq village has a tourist attraction in the form of a culture that is still maintained authenticity, nature and also the daily activities of rural communities in general. However, the current condition due to the 2018 earthquake, the buildings of traditional houses and other facilities have been destroyed and have not been managed properly. This research uses a qualitative descriptive and quantitative descriptive approach. The focus of this study is to examine stakeholders' perceptions of the development of tourism villages, Beleq Sembalun Lawang Village, Sembalun District, East Lombok Regency. using cooper's theory of tourism destination development consisting of Attraction, Accessibility, Amenities, and Ancillary Service. Data collection using observation, interview, and questionnaire methods (Questionnaire). The results of the study based on questionnaires (Angket) and interviews showed stakeholders' perceptions of the development of tourism villages, Beleq Sembalun Lawang Village, Sembalun district, East Lombok regency. From the results of the questionnaire (Angket) after being calculated using the Interval scale which shows the average value is at a score of 3.43-4.23 that stakeholders are categorized as positive and very positive in the development of beleq village tourism village based on 4 aspects of tourism village development, namely acting as a tourist attraction actor, DTW manager, accessibility guard, lack of accessibility, as a manager and manager facilities such as lodging, general toilets. And the lack of an active role of society in managing additional services such as the occurrence of conflicts between groups. There are efforts that can be made to improve in the development of beleq village tourism villages, namely establishing good relations between stakeholders, improving the quality and quantity of tourist attractions.
STRATEGI PENGEBANGAN DAYA TARI WISATA AIR TERJUN BABAK PELANGI DESA LANTAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH Abdul Hanan; Primus Gadu; ander sriwi
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2720

Abstract

This study discusses the strategy of developing a tourist attraction for the rainbow waterfall in Lantan Village, Central Lombok Regency. This research was conducted to answer the problems that became the focus of the research, namely the carrying capacity of the rainbow waterfall to be used as a natural tourist attraction in Lantan Village, Central Lombok Regency. Data collection in this study used the method of observation, interviews and documentation with a qualitative descriptive approach. The results showed that the development model of the rainbow waterfall in Lantan Village is a development location of the rainbow waterfall in Lantan Village. And applied in the form of potential that is owned as a promotional support to be developed and applied in the form of direct participation or the community has directly carried out tourism activities in the Rainbow Waterfall area of ​​Lantan Village by taking the role of subject and object simultaneously, meaning that in the development of the Rainbow Waterfall area Tourism activities in the Rainbow Round Waterfall, the community becomes tourism actors and managers, and at the same time becomes an object that tourists can enjoy through performances of existing attractions.