Penelitian ini mengkaji dinamika sosial mengenai ragam pemikiran dan perilaku humanis pada masyarakat multikultural di wilayah pedesaan Semarang dalam merespons perkembangan lembaga pendidikan modern. Di tengah arus modernisasi pendidikan, masyarakat pedesaan yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang beragam seringkali menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai lokal sembari beradaptasi dengan sistem pendidikan formal yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola pemikiran humanis masyarakat serta mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku inklusif yang muncul terhadap kehadiran institusi pendidikan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, orang tua, dan pengelola lembaga pendidikan, serta studi dokumentasi. Lokasi penelitian difokuskan pada wilayah pedesaan di Kabupaten Semarang yang menunjukkan karakteristik keragaman identitas yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat multikultural pedesaan cenderung memiliki pemikiran humanis yang bersifat pragmatis-tradisional, di mana pendidikan modern diterima sejauh mampu meningkatkan taraf hidup tanpa menggerus nilai-nilai kemanusiaan setempat. Perilaku humanis manifest dalam bentuk kolaborasi lintas komunitas dalam mendukung fasilitas pendidikan dan keterbukaan terhadap kurikulum modern yang tetap menghargai kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kohesi sosial dalam masyarakat multikultural menjadi faktor kunci bagi keberhasilan integrasi lembaga pendidikan modern di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026