Mahasiswa usia 18–25 tahun berada pada fase transisi yang rentan mengalami masalah gizi, baik kurang maupun lebih. Status gizi berperan penting dalam energi, konsentrasi, dan produktivitas akademik. Kebiasaan konsumsi kopi berkalori tinggi serta rendahnya kebiasaan membaca label gizi diduga memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi kopi dan kebiasaan membaca informasi nilai gizi dengan status gizi mahasiswa Universitas Widya Nusantara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross sectional. Sampel berjumlah 230 mahasiswa angkatan 2021–2022, dipilih dengan stratified random sampling. Hasil menunjukkan 53,8% mahasiswa dengan konsumsi kopi sering memiliki status gizi gemuk, sedangkan 57,5% yang sering membaca label gizi memiliki status gizi normal. Secara umum, 54,3% berstatus gizi normal, 17,0% kurus, dan 28,7% gemuk. Terdapat hubungan konsumsi kopi dengan status gizi (p=0,000), namun tidak pada kebiasaan membaca label gizi (p=0,249).
Copyrights © 2026