Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Consumption of Energy, Protein, Iron and Knowledge the Incidence of Chronic Energy Deficiency (KEK) Pregnant Women in the Labuan : Konsumsi Energi, Protein, Zat Besi dan Pengetahuan terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan Rutni Tomeys; Ni Ketut Kariani; Masfufah
Journal of sciences and health Vol. 2 No. 3 (2022): Journal of Scinces and Health
Publisher : Politeknik Karya Persada Muna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54619/jsh.v2i3.103

Abstract

Baground: Based on the basic health research (Riskesdas) the prevalence of KEK cases in pregnant women in Indonesia is 17.3%. It occurs in all age groups and conditions of women (pregnant and non pregnant.Central Sulawesi had a SEZ prevalence in 2018 of 22.7%. The purpose of this study was to analyze the relationship between energy consumption, protein, iron, and knowledge on the incidence of Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women in the working area of ​​the Labuan.Method: The research design is quantitative with a cross sectional study design.This research was conducted in August 2022 in the Labuan Health Center Work Area. The population of this study were mothers who visited Labuan Health Center as many as 348 people. The sample is 44 people, with the sampling technique of cluster sampling. The research instruments are LILA measurement, food recall, Semi quantitative Food Frequency questionnaire (SQ-FFQ) and knowledge questionnaire. Analysis using chi-square test.Results: Based on the results of the study, there was a relationship between energy consumption of 0.064, protein 0.003, iron 0.044, and knowledge of 0.048 with the incidence of KEK in pregnant women in the working area of the Labuan Health Center.Conclusions:Insufficient income, inadequate sources of protein in the body, lack of interest from residents to come during socialization, less intake of respondents than needs, small portions of food and less diverse food menus obtained during a 2x24 hour recall resulted in many respondents experiencing SEZ.Suggestion: This research can be used as a source of education to help respondents increase their intake of energy, protein, iron, and knowledge to reduce the risk of CED in pregnant women.Keywords: Energy, protein, iron, knowledge, and KEK
POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA AWAL DI KECAMATAN DAMPAL SELATAN Nur'afni; Masfufah; Adillah Imansari
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i2.952

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena setiap tahunnya jumlah penderita hipertensi terus meningkat bahkan dapat mengakibatkan kematian.Metode penelitian menggunakan studi cross sectional dengan pendekatan observasi dan studi kuantitif. Analasis data menggunakan uji chi square.Populasi penelitian lansia awal berjumlah 107 orang dan sampel berjumlah 93 orang. Pengumpulan data pola makan menggunakan SQ-FFQ.Hasil penelitiantotal konsumsi natrium per hari kategori sering (>3x/hari) sebanyak 2.731,53 mg.  Asupan lemak jenuh mengalami kurang (80%) sebanyak 80 responden (86%) dan asupan serat mengalami kurang (80%) sebanyak 86 responden (92,5%). Hasil uji chi squarepola makan natrium (p-value 0,018 <0,05), pola makan lemak jenuh (p-value 0,338 >0,05) dan pola makan serat (p-value 0,576 >0,05) dengan kejadian hipertensi pada lansia awal di Kecamatan Dampal Selatan.Ada hubungan pola makan natrium dengan kejadian hipertensi. Tidak ada hubungan pola makan lemak jenuh dan serat dengan kejadian hipertensi.
Potensi Peningkatan Kadar Hemoglobin dengan Pemberian Jus Kurma Bayam Merah pada Remaja Putri Masfufah Masfufah; Safitri Safitri; Ni Ketut Kariani
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1024

Abstract

Masalah remaja putri yang paling sering ditemukan adalah anemia. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalamai menstruasi setiap bulannya dan masih dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020 di Palu menyatakan bahwa terdapat 16 orang usia 10-14 tahun dan sebanyak 22 orang usia 16-18 tahun mengalami anemia. Adapun tumbuhan dapat menunjang kenaikan kadar hemoglobin antara ain kurma dan bayam merah yang tinggi akan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan kadar hemoglobin terhadap pemberian kombinasi jus kurma bayam merah pada remaja putri anemia. Metode yang digunakan pra-eksperimental one group pra post test design. Teknik sample dengan purposive sampling sebanyak 23 sampel remaja putri dengan variabel independen pemberian jus kurma bayam merah, variabel dependen adalah kadar hemoglobin. Analisis univariat distribusi, frekuensi, persentase. Analisis bivariat menggunakan uji paired sample t test. Hasilnya menunjukkan ada pengaruh jus kurma bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu dengan p-value (0,000) (<0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi jus kurma bayam merah dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu.
Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Tuna Sebagai InovasiPemberian Makanan Tambahan (Pmt) Sehat dan Bergizi Tinggi Protein Kelurahan Boneoge Kabupaten Donggala Masfufah Masfufah; Adristi Fahresia; I Felin Mariam Pagala; Gita Ristiana S. Medang; Fajar aditya; Fitriani Fitriani; Imelda Imelda; Indriani Rahim; Najwa Puteri Azizah; Regita Cahyani Putri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1108

Abstract

Prevalensi stunting pada anak di bawah lima tahun masih menjadi permasalahan gizi yang signifikan di Indonesia, termasuk di Desa Boneoge yang mencatat 53 kasus pada awal tahun 2025. Permasalahan ini berkaitan dengan asupan gizi yang belum optimal serta rendahnya pengetahuan orang tua mengenai gizi seimbang, meskipun potensi sumber daya ikan lokal cukup melimpah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan inovasi makanan pendamping berupa nugget ikan tuna yang diperkaya sayuran sebagai alternatif pangan bergizi dan mudah diterima anak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pengolahan nugget tuna kepada ibu-ibu di Desa Boneoge. Evaluasi penerimaan produk dilakukan melalui uji organoleptik terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Hasil menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, terutama pada aspek rasa dan warna. Kesimpulannya, program ini berperan penting dalam meningkatkan keterampilan ibu memanfaatkan pangan lokal serta berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Analisis Kandungan Zat Gizi Lemak dan Natrium Klorida (NaCl) pada Jajanan Pentol di Sekolah Dasar Kelurahan Tondo Kota Palu Hikmatullah Hikmatullah; Adillah Imansari; Masfufah Masfufah
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2099

Abstract

Background: Pentol is a round-shaped snack that is popular with elemtary school children with a savory taste, affordable price, and easy to find in the school environment. However, uncontrolled consumption of pentol raises concerns about fat and sodium chloride (NaCl) content. Objective: This study aims to determine the levels of fat and NaCl contained in pentol snacks sold at Tondo Urban Village Elementary School, PaluCity. Method: This study used a Complate Random Design (RAL) on five pentol samples in five elementary school in Tondo Village, with two repetitions. Fat content was analyzed by the Soxhlet method, While sodium chloride (NaCl) content was analyzed by Mohr titration. The data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. Findings: The fat content in five pentol sampels at Tondo Urban Village Elementary School ranged from 2,16-4,75% (maximum SNI limit of 10%), while sodium chloride content was 1,55-2,15% (maximum SNI limit of 2,5%). Statistical tests (p=0,4>0.05) showed no significant difference between samples. Although still below the SNI limit, the fat and sodium content is quite high for school children’s snacks. Conclusion: The fat and NaCl content of pentol sancks at Tondo Urban Village Elementary School, Palu City is still below the SNI limit, but the consumption of these snacks need to be limited. Implications: it is hoped that there will be further researchers who analyzed carbhohydrates, proteins and other additives such as preservatives in pentol snacks.        
Hubungan Gangguan Makan, Citra Tubuh, dan Tingkat Stres terhadap Risiko Anemia pada Remaja Putri Rifka Febiola Putri; Masfufah; Lilik Sofiatus Solikhah
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v3i1.129

Abstract

Anemia remains a common health problem among adolescent girls and may lead to decreased learning concentration, reduced immune function, and lower productivity. Adolescent girls are at a higher risk of anemia due to blood loss during menstruation and various contributing factors, including behavioral and psychological aspects. Several factors suspected to be associated with anemia in adolescent girls include eating disorders, body image, and stress levels. This study aimed to determine the relationship between eating disorders, body image, and stress levels with the risk of anemia among adolescent girls at SMA Negeri 4 Palu. This research employed a cross-sectional. The study population consisted of 81 female students from grades X and XI, with the entire population included in the sample using a total sampling technique. Data collection involved the use of an eating disorder questionnaire, a body image questionnaire, the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), and hemoglobin level assessments. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, specifically the chi-square test. The results indicated no significant association between eating disorders and the risk of anemia (p=0.401), nor between body image and the risk of anemia (p=0.746). Conversely, a significant association was found between stress levels and the risk of anemia (p<0.001). The study concluded that stress levels were associated with the risk of anemia among adolescent girls, whereas eating disorders and body image were not statistically significantly associated with anemia.
Hubungan Pola Konsumsi dengan Risiko Terjadinya Anemia pada Remaja Putri di SMAN 8 TIPO Nurfadila Nurfadila; Nensy Florence Damanik; Masfufah Masfufah
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v4i3.384

Abstract

One of the nutritional issues that teenage females are more likely to experience is anemia, which has consumption habits as one of its contributing components. In 2023, the World Health Organization (WHO) reported that 30.7% of teenagers had anemia. According to the Basic Health Research from 2018, 32% of Indonesian teenagers have anemia. In 2023, 36.4% of teenagers in Central Sulawesi had anemia. According to secondary statistics from Puskesmas Tipo in 2024, 28.4% of teenagers had anemia. Thus, the purpose of this study is to examine the connection between teenage girls' consuming habits and their risk of anemia. Therefore, this study aims to analyze the relationship between consumption patterns and the risk of anemia in adolescent girls. This type of research is quantitative with an observational quantitative approach using a cross-sectional design. The population in this study is 110 female students. Using the Chi-Square test with a p-value of 0.05 which means that there is a relationship between consumption patterns and the risk of anemia. The risk of anemia is correlated with eating patterns. In order to reduce the danger of anemia, it is intended that schools would work with nearby health departments or clinics to offer counseling and advice on healthy eating habits.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Lemak Dan Ukuran Lingkar Perut Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Di SMK Negeri 1 Palu : Penelitian Ni Gusti Ayu Sariani; Nuristha Febrianti; Masfufah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7917

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi lemak dan ukuran lingkar perut dengan kejadian gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Negeri 1 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 187 remaja putri dilibatkan sebagai sampel penelitian yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data mengenai frekuensi konsumsi lemak diperoleh dengan menggunakan instrumen Food Frequency Questionnaire (FFQ), ukuran lingkar perut diukur menggunakan pita ukur, sedangkan gangguan siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Data penelitian dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa proporsi terbesar responden berada pada kategori frekuensi konsumsi lemak sering, yaitu sebesar 50,8%. Sebagian besar responden memiliki ukuran lingkar perut dalam kategori normal (89,3%) dan tidak mengalami gangguan siklus menstruasi (70,6%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi lemak tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan siklus menstruasi (p=0,617). Demikian pula, ukuran lingkar perut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan siklus menstruasi (p=0,891).
Hubungan Konsumsi Kopi dan Membaca Informasi Nilai Gizi Dengan Status Gizi Mahasiswa: Studi Cross-Sectional di Universitas Widya Nusantara Nia Rahmadani; Lilik Sofiatus Solikhah; Masfufah
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.139

Abstract

Mahasiswa usia 18–25 tahun berada pada fase transisi yang rentan mengalami masalah gizi, baik kurang maupun lebih. Status gizi berperan penting dalam energi, konsentrasi, dan produktivitas akademik. Kebiasaan konsumsi kopi berkalori tinggi serta rendahnya kebiasaan membaca label gizi diduga memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi kopi dan kebiasaan membaca informasi nilai gizi dengan status gizi mahasiswa Universitas Widya Nusantara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross sectional. Sampel berjumlah 230 mahasiswa angkatan 2021–2022, dipilih dengan stratified random sampling. Hasil menunjukkan 53,8% mahasiswa dengan konsumsi kopi sering memiliki status gizi gemuk, sedangkan 57,5% yang sering membaca label gizi memiliki status gizi normal. Secara umum, 54,3% berstatus gizi normal, 17,0% kurus, dan 28,7% gemuk. Terdapat hubungan konsumsi kopi dengan status gizi (p=0,000), namun tidak pada kebiasaan membaca label gizi (p=0,249).