Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan makna kasih dalam Imamat 19:18 melalui perspektif etika deontologis Immanuel Kant, sebuah prinsip moral yang menekankan tanggung jawab terhadap sesama tanpa pamrih. Pendekatan etika deontologis Kant digunakan untuk menyoroti dimensi kewajiban moral dalam perintah kasih tersebut, di mana tindakan moral dinilai bukan dari akibatnya, melainkan dari motivasi yang bersumber pada rasa hormat terhadap hukum moral. Melalui analisis tekstual dan refleksi filosofis, penelitian ini menunjukkan bahwa kasih dalam Imamat 19:18 tidak sekadar merupakan emosi interpersonal, melainkan suatu bentuk ketaatan etis yang berakar pada kesadaran akan kehendak Allah sebagai sumber moralitas. Dengan demikian, konsep kasih Alkitabiah sejalan dengan prinsip Kantian tentang tindakan moral yang dilakukan demi kewajiban, bukan demi keuntungan pribadi. Artikel ini diharapkan memperkaya dialog antara teologi biblika dan filsafat moral modern, serta menawarkan pemahaman etis yang lebih mendalam tentang kasih sebagai dasar kehidupan religius dan sosial.
Copyrights © 2025