Kurikulum merdeka belajar merupakan terobosan terbaru dalam dunia pendidikan yang dapat mengikuti perkembangan zaman dengan mengintegrasikan penggunaan kearifan lokal tenun ikat sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, relevan dan bermakna bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji integrasi proses pembelajaran sejarah bermuatan kearifan lokal tenun ikat pada konsep kurikulum belajar di SMA Negeri Alkani. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber literatur berupa artikel jurnal, prosiding dan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi penggunaan pembelajaran sejarah bermuatan kearifan lokal tenun ikat pada konsep kurikulum merdeka belajar tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih holistik, inklusif dan bermakna. Selain itu, integrasi kearifan lokal semakin memperkuat pilar-pilar pendidikan seperti: (1) pilar karakter, (2) pilar kognitif, (3) pilar emosional dan sosial, serta (4) pilar estetika. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat menjadikan individu peserta didik dapat menjadi pribadi yang kuat dalam berkarakter kebudayaan, berpengetahuan yang luas dan berdaya saing di era globalisasi.
Copyrights © 2026