Pendampingan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an (BTQ) di SD Negeri 15 Lubuklinggau adalah sebuah inisiatif yang dirancang khusus dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an bagi peserta didik. Program ini fokus pada penguasaan literasi keagamaan, di mana membaca tulis Al-Qur'an secara spesifik didefinisikan sebagai kemampuan untuk membaca dan menyalin ayat-ayat suci dalam bahasa Arab, dengan tekanan kepatuhan penuh terhadap aturan tajwid (tata cara pengucapan dan pelafalan huruf) dan kaidah penulisan huruf Arab (khath), sehingga memastikan praktik keagamaan yang benar dan sesuai syariat agama Islam. Pendampingan baca tulis Al-Qur'an ini secara spesifik menggunakan Metode Participatory Action Research (PAR), sebuah pendekatan yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses perubahan. Pelaksanaan metode PAR ini dibagi menjadi beberapa tahapan esensial, yaitu: pengenalan peserta didik, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebelum tahapan inti dimulai, terdapat tahap persiapan yang krusial, di mana pendamping dan anak-anak melakukan perkenalan awal. Tujuan dari perkenalan ini adalah untuk membangun rasa nyaman dan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi di antara peserta didik, sehingga tercipta suasana yang nyaman bagi seluruh rangkaian proses pendampingan. Tahap pelaksanaan dari pendampingan ini dilaksanakan selama 10 hari, dengan fokus pada penyampaian materi-materi yang mudah dipahami oleh peserta didik. Setelah masa pelaksanaan selesai, kemudian masuk pada tahap evaluasi dilakukan melalui serangkaian tes lisan dan tulisan untuk mengukur penguasaan siswa. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian di SD Negeri 15 Lubuklinggau menunjukkan keberhasilan yang signifikan, terutama karena program ini menggunakan Metode Iqro' dalam proses pengajarannya. Keberhasilan ini terbukti dari kenyataan bahwa peserta didik kini sudah dapat membaca dan menulis Al-Qur'an dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Copyrights © 2026