Teologi hikmat dalam Perjanjian Lama umumnya dipahami sebagai kumpulan ajaran moral atau sastra kebijaksanaan sehingga belum banyak dikaji sebagai paradigma teologis yang membangun kehidupan secara holistis. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma hikmat dalam Perjanjian Lama sebagai dasar teologi kehidupan yang holistis serta menjelaskan relevansinya bagi kehidupan Kristen kontemporer. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan teologi biblika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikmat merupakan prinsip teologis yang berpusat pada Allah, membentuk karakter dan etika, serta mengintegrasikan seluruh dimensi kehidupan dalam satu kerangka yang utuh. Rekonstruksi ini memperlihatkan bahwa teologi hikmat tidak hanya memberikan landasan konseptual bagi pengembangan teologi Perjanjian Lama, tetapi juga menawarkan paradigma yang relevan bagi gereja dalam merespons berbagai tantangan kehidupan kontemporer.
Copyrights © 2026