Kerajaan Allah merupakan salah satu tema sentral dalam Perjanjian Lama, namun kedudukannya sebagai metanarasi yang membentuk fondasi konseptual Teologi Perjanjian Lama masih belum banyak dikaji secara komprehensif. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi Kerajaan Allah sebagai kerangka teologis yang mengintegrasikan tema-tema utama Perjanjian Lama. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis terhadap teks-teks Perjanjian Lama dan literatur akademik mutakhir menggunakan pendekatan teologi biblika. Analisis dilakukan dengan menelusuri perkembangan tema Kerajaan Allah mulai dari penciptaan, perjanjian, monarki, kenabian, hingga pengharapan eskatologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kerajaan Allah berfungsi sebagai fondasi ontologis, perjanjian, etis, dan eskatologis yang menyatukan keseluruhan narasi Perjanjian Lama dalam satu kerangka teologis yang koheren. Dengan demikian, Kerajaan Allah tidak hanya merupakan salah satu tema teologis, tetapi juga metanarasi yang memberikan integrasi konseptual bagi Teologi Perjanjian Lama.
Copyrights © 2026